Relokasi ATM Solusi Cegah Pelaku Skimming ATM

Mataram (suarantb.com) – Kasus skimming ATM yang menimpa nasabah BRI tengah meresahkan masyarakat. Pengawasan keamanan ATM yang lokasinya jauh dari bank terbukti masih belum maksimal. Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB, Yusri menyebut relokasi ATM bisa menjadi solusi.

“Kalau pengamanan tidak bisa dilakukan dengan maksimal di masing-masing ATM. Relokasi ATM bisa menjadi solusi yang diambil pihak bank,” terangnya ketika ditemui Kamis, 27 Oktober 2016.

Iklan

Menurut Yusri, ini dilakukan demi kebaikan kedua belah pihak. Karena jika nasabah menjadi korban, maka pihak bank juga yang harus menanggung rugi dengan membayar ganti rugi pada nasabah. Akibat lebih buruk yang harus ditanggung bank adalah berkurangnya rasa percaya dari nasabah.
“Nanti nasabah jadi tidak percaya dengan bank itu. Lebih baik direlokasi, jika dirasa lokasinya kurang aman,” imbuhnya.

Bagi nasabah yang sering melakukan transaksi melalui ATM, Yusri berpesan agar lebih awas dengan keadaan di sekitar ATM. Sebelum masuk ke dalam bilik ATM, pastikan tidak ada orang yang mengawasi dari luar.

“Kalau di dalam ATM melihat sesuatu atau benda yang mencurigakan, pindah saja. Carilah ATM lain, jangan transaksi disana,” sarannya.

Terkait dengan kasus skimming ATM BRI, sekitar 327 nasabah yang melaporkan kehilangan sejumlah uang di rekeningnya. Jika memang kehilangan ini disebabkan adanya pelaku pembobolan, OJK NTB meminta BRI wajib mengganti seluruh uang nasabah dalam tempo secepatnya. (ros)