Relaksasi Pajak Masih Dikaji

H. Effendi Eko Saswito. (Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram masih mengkaji rencana pemberian relaksasi pajak kepada pengusaha. Kebijakan akan dikeluarkan sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Sekretaris Daerah Kota Mataram, Dr. H. Effendi Eko Saswito mengatakan, permintaan relaksasi pajak oleh pengusaha di Kota Mataram masih dipelajari dan diminta dilakukan kajian oleh Badan Keuangan Daerah (BKD). Kajian ini berkaitan dengan kondisi atau situasi sebenarnya, sehingga berkesesuaian dengan kebijakan relaksasi yang dikeluarkan oleh pemerintah. “Kita masih pelajari dan kaji dulu,” kata Sekda dikonfirmasi, Kamis, 26 Agustus 2021.

Iklan

Menurutnya, relaksasi tidak saja berkaitan dengan pemotongan pajak. Tetapi bisa juga dalam bentuk penundaan. Hal ini sangat tergantung dari kajian dengan melihat situasi sebenarnya.

Pemkot Mataram juga mempertimbangkan pengaruh yang muncul bilamana kebijakan relaksasi diterapkan. Konsekuensinya adalah terhadap pendapatan daerah. Di satu sisi, program daerah banyak dibiayai dari pajak. “Pengaruhnya jelas berimplikasi kepada pendapatan daerah,” sebutnya.

Eko belum memberikan kepastian apakah bentuk relaksasi itu berupaya pengurangan pembayaran pajak ataukah penundaan. Menurutnya, hal itu sangat tergantung dari hasil kajian.

Sementara di satu sisi, pengusaha di Kota Mataram menagih janji relaksasi pajak dari pemerintah. Bencana non alam pandemi coronavirus disease atau Covid-19 berpengaruh signifikan terhadap pendapatan.

Owner Hotel Maktal Cakranegara, S. Widjanarko mengatakan, pandemi sangat mempengaruhi situasi ekonomi. Minimnya wisatawan yang berlibur mengakibatkan merosotnya pendapatan hotel mencapai 80 persen. Hal ini jelas berpengaruhi terhadap operasional.

Widjanarko mengatakan, situasi sulit seperti saat ini dibutuhkan sentuhan dari pemerintah melalui intervensi kebijakan ekonomi seperti pemberian relaksasi ke pengusaha. Pemkot Mataram sejak tahun 2020 lalu menjanjikan relaksasi pajak bumi dan bangunan sebagai bentuk stimulus ekonomi ke pengusaha. Akan tetapi sampai saat ini, belum ada realisasi. (cem)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional