Rela Keluarkan Modal Besar, Komplotan Maling Lintas Daerah Cari Mangsa di Lombok

Tim Puma Polda NTB Senin, 8 Februari 2021 menggiring dua pelaku pencurian asal Sumatera Selatan spesialis nasabah bank.(Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Empat pria asal Sumatera Selatan melancong jauh ke Mataram demi merampok nasabah. Apesnya, mereka langsung kepergok dalam aksi perdananya. Dua orang ditangkap. Dua lainnya termasuk otak perampokan berhasil kabur. Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto menjelaskan, empat pelaku ini memang berniat untuk merampok. Bahkan rela merogok kocek sendiri. “Mereka ada pemimpinnya yang membiayai aksi,” terangnya, Senin, 8 Februari 2021.

Artanto mengatakan, otak pencurian bernisial D sebagai pemodal. D mengeluarkan ongkos besar. Mulai dari menyediakan tiket keberangkatan rute Palembang-Lombok, menyewa mobil, sampai membeli sepeda motor baru Honda Vario seharga Rp16 juta demi melancarkan aksi. “Target mereka memang Lombok. Mereka jaringan lintas daerah,” sebutnya.

Iklan

Empat komplotan ini tiba di Lombok Kamis, 4 Februari 2021. Mereka langsung menginap di indekos di kawasan Batulayar, Lombok Barat. Sehari berselang mereka langsung mencari mangsa. Menyasar nasabah Bank Mandiri di Cakranegara, Mataram.

Mereka membentuk formasi. Pelaku IM (38) dan FD (42) mengemudikan mobil. Sementara otak pencurian, D dan kawannya A mengendarai sepeda motor.  Mereka tabah menanti nasabah. Sampai kemudian muncul korban IB (33) yang baru selesai menarik uang.

Setelah menentukan target, mereka lalu beriringan membuntuti korbannya. Mereka dimudahkan korban yang menyimpan uang di dalam tas kresek hitam dan dimasukkan ke dalam jok sepeda motor. Korban pun mampir makan siang di warung bakso di Jalan Pariwisata, Pejanggik, Mataram.

Para pelaku ini ikut mampir makan. IM dan FD lalu mengambil peran menutupi area pandang pengunjung warung. Sementara D dan A merogoh jok motor korban. Tapi pemilik warung memergoki mereka. D dan A sukses mendapatkan uang lalu kabur dengan motornya.

Sementara IM dan FD terjebak. Meski mereka berhasil masuk ke dalam mobil, tetapi massa sudah terlalu banyak mengerumuni mereka. “Dua orang ini diamankan. Yang dua lagi kabur. Sekarang masih pengejaran,” kata Artanto.

IM dan FD ditinggal dua rekannya. Kaki mereka masing-masing mendapat luka tembak. Tetapi dua temannya masih bisa menyelamatkan diri. Sambil membawa uang hasil curian. “Dari interogasi mereka ini ke sini memang bertujuan untuk mencuri. Kita sedang selidiki apakah mereka ini ada jaringannya lagi di luar daerah,” imbuhnya.

Sementara IM dan FD mengaku hanya ikut-ikutan. Pemimpinnya menawari mereka pekerjaan di saat mereka membutuhkan uang. “Saya diajak. Rencananya, uang mau dipakai bayar utang,” kata IM yang bekerja sebagai petani ini. Kini mereka ditahan di Rutan Polda NTB. Mereka dikenai pasal 363 KUHP tentang pencurian yang ancaman pidananya paling lama tujuh tahun penjara. (why)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional