Rektor Unram Kembali Kukuhkan Empat Guru Besar

Rektor Unram H. Lalu Husni saat mengukuhkan empat orang guru besar di lingkungan Unram, Kamis, 25 Maret 2021. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Universitas Mataram (Unram) kembali mengukuhkan empat guru besar, Kamis, 25 Maret 2021. Ke empat guru besar yang dilantik yakni Prof. Dr. Zainal Asikin, S.H., SU. (Konsentrasi Hukum Bisnis, Fakultas Hukum), Prof. Dr. H. M. Arba SH., M.Hum (Konsentrasi Hukum Agraria, Fakultas Hukum), Prof. Dr. H. Sudiarto, SH., M.Hum (Konsentrasi Hukum Bisnis, Fakultas Hukum), dan Prof. Dr. I Wayan Suana, S.Si., M.Si (Konsentrasi Biologi, FMIPA)

“Semoga dengan bertambahnya jumlah profesor, guru besar, kinerja institusi Unram akan lebih baik lagi lebih-lebih di tengah persaingan global di era disrupsi ini,” terang Rektor Unram Prof. H. Lalu Husni.

Iklan

Dikatakan Prof. Husni, kuantitas profesor atau guru besar di Unram terus bertambah dari tahun ke tahun. Pada tahun 2020 tambahan guru besar sebanyak 8 orang, sehingga saat ini berjumlah 64 orang. Meski mengalami penambahan, rupanya jumlah yang pensiun juga signifikan, termasuk yang meninggal dunia.

Sehingga kata Prof. Husni, penambahan jumlah profesor tidak terlalu signifikan dari target kontrak kinerja yang ditetapkan (6%). Sedangkan target yang tercapai masih 5,77% dari jumlah dosen 1.109 (per Februari 2021). Dirinya pun berharap jumlah profesor di Unram terus meningkat.

“Karena semakin besar rasio guru besar maka reputasi Perguruan Tinggi akan semakin meningkat, dengan catatan Guru Besar memberi nilai tambah dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan keahlian secara terus menerus,” beber mantan Dekan Fakultas Hukum itu.

Berbagai upaya percepatan untuk memperbanyak jumlah guru besar telah dilakukan. Mulai dari penyederhanaan atau pemangkasan birokrasi yang sebelumnya 2 tingkat yakni tingkat fakultas dan universitas, kini dibuat menjadi satu tingkat saja menjadi tingkat fakultas. Hal demikian agar menjadi lebih mudah dan lebih efektif dan efisien.

Karena itu, rektor berharap kepada seluruh dekan dapat mensukseskan program scheme riset percepatan guru besar yang disediakan bagi dosen lektor kepala untuk melakukan penelitian bersama professor yang luarannya berupa publikasi jurnal internasional bereputasi yang akan dipakai sebagai syarat wajib pengusulan guru besar dengan menugaskan para profesor dan lektor kepala untuk melakukan penelitian bersama.

“Selain itu saya mengharapkan kepada guru besar berperan lebih aktif dalam meraih dana-dana penelitian baik pada level nasional maupun internasional lebih-lebih program pendanaan yang disediakan oleh kementerian seperti Matching and Competitive Fund,” pungkas Prof. Husni. (dys)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional