Rektor IAIN : Mataram Miniatur Kota Madinah

Mataram (suarantb.com) – Dalam rangka memperingati hari perdamaian dunia yang jatuh pada tanggal 21 September 2016, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram melalui Dewan Mahasiswa mengadakan acara bertema Orkes Toleransi (Pagelaran Seni Lintas Iman dan Deklarasi Mataram Inklusif).

Acara yang digelar di Auditorium IAIN Mataram ini dihadiri para tokoh pemuda dari lintas  agama seperti Kristen, Hindu-Budha, Muhammadiyah,  tokoh NU, perwakilan dari beberapa SKPD di Kota Mataram. Turut juga diundang Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh  namun tidak bisa hadir karena kesibukan  kegiatan lain.

Iklan

Rektor IAIN Mataram, Dr. H. Mutawalli, M.Ag mengatakan Kota Mataram adalah bentuk daerah yang bisa dikatakan sebagai miniatur Kota Madinah atau Kota Rasululah. Pasalnya, di Kota  Mataram umat beragama yang berbeda keyakinan bisa hidup damai dan berdampingan. Ia juga menyebutkan jika negara yang tidak menjamin kemerdekaan umat bergama, berarti negara tersebut telah melakukan kesalahan fatal.

“Kota Mataram adalah kota yang patut dicontoh. Karena pada perspektif kita,  Mataram adalah miniatur Madinah, umat beragama terjamin ketenteramannya dan hidup damai,” ujar Mutawalli, Selasa, 20 September 2016.

Di acara tersebut juga ditampilkan berbagai atraksi kesenian, seperti tari bertemakan islami, tari bali, dan gendang beleq. Ketua Dewan Mahasiswa IAIN Mataram, Herman Jayadi menjelaskan tujuan diadakannya acara tersebut selain memperjuangkan IAIN menjadi UIN juga sebagai ajang peringatan hari perdamaian dunia.

Meskipun tanggal pelaksanaan acara pada 20 September 2016, sementara  hari perdamaian dunia di tanggal 21 September 2016. “Meskipun kita mengadakan acara ini pada tanggal 20 September, itu juga sama dengan kita menunjukkan kita bisa melakukan sesuatu yang lebih di bulan perdamaian ini,” pungkasnya Selasa, 20 September 2016. (ism)