Rektor Beri Apresiasi, Mahasiswa Unram Juara 1 Lomba Debat Bahasa Inggris Tingkat Nasional

Rektor Unram, Lalu Husni (tiga dari kiri) didampingi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Enny Yuliani (empat dari kiri) berfoto bersama dengan mahasiswa Unram yang berhasil meraih meraih Juara 1 Nasional pada ajang Lomba Debat Bahasa Inggris tingkat nasional atau National University Debating Championship (NUDC). Rektor mengapresiasi keberhasilan para mahasiswa.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) —Tiga Orang Mahasiswa Universitas Mataram (Unram) kembali mengharumkan almamaternya di kancah nasional dengan berhasil meraih Juara 1 Nasional pada ajang Lomba Debat Bahasa Inggris tingkat nasional atau National University Debating Championship (NUDC), yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, pada 24-30 Agustus 2021 secara daring.

Keberhasilan M. Iwan Suriadi dari Fakultas Pertanian, Anisya Alistasya dari Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri (Fatepa), dan Ririn Hidayati Ilmu Komunikasi di ajang NUDC mendapat apresiasi dari Rektor Unram, Prof. Dr. Lalu Husni, SH., M.Hum.
Rektor Unram secara langsung memberikan ucapan selamat dan mengungkapkan kebanggannya atas prestasi yang telah diraih M. Iwan dkk di ruang Lobi Rektor.

Iklan

“Selamat atas prestasi kalian yang luar biasa, yang telah mengharumkan nama Universitas Mataram di kancah nasional. Bahkan Insya Allah ananda akan menjadi delegasi Indonesia pada ajang Internasional mengikuti debat tingkat dunia World University Debating Championship (WUDC),” Kata Prof. Husni.

Rektor kesembilan Unram itu berharap bahwa apa yang sudah dicapai harus terus ditingkatkan dengan memperbanyak latihan, memperluas wawasan maupun membuat tim semakin solid, sehingga nanti pada akhirnya bisa mengharumkan nama bangsa dan Negara di kancah Internasional.
Lebih jauh Prof. Husni mengatakan, bahwa sesuai dengan Peraturan Rektor bagi mahasiswa yang memiliki prestasi tingkat nasional akan diberikan pembebasan UKT satu semester.

“Kita berikan apresiasi adik-adik ini pembebasan UKT satu semester dan uang pembinaan sebagai penghargaan kepada adik-adik yang telah sukses di kancah nasional lomba debat,” tuturnya.
Prof. Husni juga berpesan agar jangan puas diri terhadap apa yang telah dicapai. “Tetapi ini menjadi awal untuk adik-adik bisa lebih baik lagi di masa yang akan datang dan tolong agar apa yang sudah dicapai ini bisa ditularkan, tidak saja di UKM argument tetapi juga UKM yang lain sehingga lebih banyak lagi mahasiswa kita yang meraih prestasi di kancah nasional bahkan internasional,” pungkasnya.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Ir. Enny Yuliani, M.Si., yang turut mendampingi adik-adik mahasiswa juga mengungkapkan kebanggannya kepada M. Iwan dkk, karena sudah melewati berbagai tahapan di dalam ajang NUDC sampai akirnya menjadi juara 1 Nasional.

“Adik-adik ini sudah melewati berbagai tahap di dalam NUDC 2021 sampai pada akhirnya Grand Final bersama UNDIP, Universitas Atmajaya, dan Universitas Surabaya. Dan akhirnya adik-adik ini dapat memberikan peringkat teratas sehingga tentunya mengharumkan nama Universitas Mataram, ibu bangga. Dan terima kasih juga atas dukungan dari bapak Rektor,” ungkapnya.

Universitas Mataram berhasil melaju ke grand final setelah mampu bersaing dengan 112 tim terbaik di seluruh Indonesia. Setiap tim terdiri dari dua orang debater dan satu orang N1 adjudicators. Sehingga secara keseluruhan di tingkat nasional diikuti oleh 336 orang yang terdiri atas 224 mahasiswa debaters dan 112 orang N1 adjudicators.
Perjuangan M. Iwan dkk menjadi Juara 1 Nasional tidaklah mudah. Iwan sapaan akrabnya bahkan sampai sampai menunda skripsinya demi mengikuti NUDC ini.

“Saya sampai menunda skripsi saya demi NUDC ini. Tahun lalu saya tidak bisa mengikuti lomba, tetapi saya punya cita-cita untuk juara nasional. Jadi walaupun saya meninggalkan skripsi saya, saya memang berniat membanggakan kampus, jadi dengan niat yang tulus itu, saya bisa mencapai cita-cita saya itu menjadi juara nasional,” ungkapnya.

Sementara itu, Annisa mengatakan bahwa dari awal memang sangat tertarik di bidang debat, menurutnya di bidang debat ini tidak hanya pintar dan bisa berbahasa inggris akan tetapi bagaimana memahami perbedaan antara dua sudut pandang,
“Bagaimana kita melihat sesuatu tidak hanya judulnya saja. Terkadang mosi-mosi yang diangkat terdengar tabu untuk dibahas, tetapi justru dari hal ini kita dipaksa untuk mendukung mosi yang mungkin saya tidak percaya terhadap itu, misal tentang isu minoritas, pemerintahan, yang saya sendiri tidak paham tetapi saya dituntut untuk menjadi tim oposisi atau proposisi, kemudian di saat itu saya jadi menyadari bahwa ini yang sebenarnya terjadi, sehingga hal ini yang membuat saya menjadi pengin belajar lagi dan lagi,” tuturnya.

Ririn selaku N1 adjudicators juga mengungkapkan kebanggaannya menjadi bagian dari tim Unram yang menjuarai NUDC ini. Ia mengaku ingin mendapatkan pengalaman baru yang lebih luas kemudian bertemu teman-teman baru yang luar biasa di dunia debat.
“Bisa belajar dari mereka, membuat kami kembali ingin belajar dan mengembangkan diri agar bisa menjadi debater yang lebih baik lagi kedepannya,” pungkasnya.

Nantinya Empat tim terbaik di Grand Final kategori Open-Draw diprioritaskan untuk mewakili Indonesia mengikuti debat tingkat dunia World University Debating Championship (WUDC) Tahun 2021 di Zagreb, Kroasia. (ron)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional