Rekrutmen Tenaga P3K 2020, Khusus Guru, Loteng Usulkan 233 Formasi

H. Moh. Nazili (Suara NTB/dok)

Praya (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) mengajukan 450 formasi pada rekrutmen tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) tahun 2020 ini. Di mana lebih dari setengahnya diperuntukkan khusus untuk formasi guru. Sisanya untuk tenaga kesehatan dan tenaga teknis lainnya.

“Formasi guru masih jadi prioritas. Sehingga lebih banyak diusulkan dari pada formasi yang lain,” ungkap Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Loteng, H. Moh. Nazili, S.I.P., kepada Suara NTB, Jumat, 20 November 2020.

Untuk formasi guru agama, ujarnya, sebanyak 45 formasi, guru kelas 143 formasi dan guru penjas (olahraga) sebanyak 45 formasi. Adapun untuk formasi tenaga kesehatan diusulkan sebanyak 31 formasi ditambah 186 formasi tenaga teknis lainnya, sehingga total seluruhnya sebanyak 450 formasi.

Dikatakannya, karena itu baru usulan maka pihaknya belum bisa memastikan berapa formasi yang akan diberikan oleh pemerintah pusat, karena kewenangan untuk penentuan alokasi  formasi untuk tenaga P3K ada di tangan pemerintah pusat. “Kita hanya mengusulkan, pemerintah pusat yang menentukan,” ujarnya.

Disinggung terkait pelaksanaan rekrutmen tenaga P3K tersebut, Nazili menegaskan sejauh ini belum ada informasi dari pemerintah pusat. Prosesnya baru pada tahap pengusulan formasi saja. “(Jadwal rekrutmen tenaga P3K) Belum itu, kita tunggu pusat,” tegasnya.

Ditanya soal rencana pengangkatan satu juta tenaga honorer guru jadi Aparatur Sipil Negara (ASN), Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Loteng ini, mengaku belum mendapat informasi yang pasti dari pemerintah pusat. Karena memang informasi tersebut baru rencana pemerintah pusat dan belum ada penjelasan yang rinci dari pemerintah pusat.

“Informasinya masih bias. Formasi yang ada dulu hanya P3K yang akan diangkat menurut penjelasan dari Kemenpan RB dan tidak bersifat khusus untuk tenaga honor saja. Tetapi bersifat umum. Jadi boleh yang honor dan yang tidak honor atau umum,” pungkas mantan Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disostektrans) Loteng ini. (kir)