Rekrutmen PPK, KPU Mataram Kembali Minta Tanggapan Masyarakat

Husni Abidin. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – KPU Kota Mataram tengah melaksanakan proses rekrutmen Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk kebutuhan pelaksanaan Pilkada serentak 2020. Tahapan saat ini sudah sampai pada penyampaian tanggapan masyarakat terhadap calon anggota PPK yang sudah dinyatakan lulus tahap seleksi wawancara.

Dalam tanggapan masyarakat tahap kedua ini, KPU Kota Mataram berharap besar kepada masyarakat untuk ikut berpartisipasi aktif dengan memberikan informasi dan laporan terkait nama-nama calon anggota PPK tersebut. Dengan harapan calon anggota PPK yang direkrut tidak memiliki persoalan di kemudian hari yang menyangkut integritas dan profesionalitas.

Iklan

“Ini tanggapan tahap kedua, kita harapkan masyarakat menyampaikan kepada kami pelaporan yang lengkap, jika ada ditemukan nama-nama calon anggota PPK itu tidak memenuhi syarat. Nanti kita akan konfirmasi setiap laporan yang kami terima,” ujar Ketua KPU Kota Mataram, Husni Abidin kepada Suara NTB.

Salah satu item yang paling jadi atensi KPU yakni terkait keterlibatan para calon anggota PPK dengan partai politik. Karena jangan sampai anggota PPK tersebut nantinya disusupi oleh orang-orang parpol. Anggota PPK harus dipastikan bersih dari orang-orang parpol dan juga tim sukses.

“Paling jadi perhatian kami itu keterlibatan di parpol, kalau syarat lain bisalah. Karena itu kita harapkan sekali kepada masyarakat partisipasinya, jika ternyata diketahui bahwa salah satu calon anggota PPK itu ada anggota partai, silahkan laporkan kepada kami,” pintanya.

Tanggapan masyarakat tahap kedua tersebut dibuka mulai tanggal 12 sampai tanggal 21 Februari. Pada tanggapan masyarakat tahap satu beberapa waktu lalu, disampaikan KPU Kota Mataram juga ada menerima masukan dari masyarakat terkait dugaan keterlibatan partai politik.

“Tanggapan tahap satu kemarin ada satu laporan terkait kepengurusan partai. Tapi sudah diklarifikasi dan ternyata bukan itu orangnya. Nah tanggapan tahap dua ini belum ada yang masuk sampai sekarang. Kita harapkan kalau ada segera dilaporkan, dengan identitas yang jelas,” kata Husni.

Lebih lanjut disampaikan Husni, dari nama-nama calon anggota PPK yang masuk 10 besar, ia melihat tingkat Sumber Daya Manusia (SDM)-nya lumayan baik. Karena rata-rata berpendidikan S1 dan bahkan ada yang sudah berpendidikan S2.

“Alhamdulillah dari sisi SDM, PPK yang lulus wawancara kemarin itu orang bagus semua dan mereka sebagian besar milenial, paling tua itu usianya sekitar 38 tahun. Selebihnya di bawah itu. Kita memang menggarap kelompok milenial ini untuk jadi penyelenggara,” pungkasnya. (ndi)