Rekrutmen Nakes MotoGP Dimulai, Formasi Dokter Belum Memenuhi Kuota

Proses seleksi Nakes untuk gelaran MotoGP 2021. (Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan memulai rekrutmen tenaga kesehatan (Nakes) untuk persiapan MotoGP 2021 di NTB. Dokter dan perawat yang diseleksi ke depannya akan dipersiapan untuk mengambil peran dalam gelaran balap motor internasional tersebut.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan NTB, Wilya Isnaeni menerangkan, seleksi yang dilakukan didasarkan pada surat Kementerian Kesehatan agar pihaknya menyerahkan daftar Nakes yang direkomendasikan. Terdiri dari 15 orang dokter dan 20 perawat yang akan mengikuti seminar persiapan menuju MotoGP 2021. Kemudian 100 dokter dan 100 perawat lainnya yang juga akan dipersiapkan.

Iklan

‘’Ini kita seleksi dua-duanya. Untuk yang 35 peserta seminar dan 200 orang tenaga kesehatan itu kita bagi tiga hari wawancara. Mulai Rabu, 8 Juli 2020 – sampai Jumat nanti,’’ ujar Wilya kepada Suara NTB, Rabu, 8 Juli 2020. Diterangkan, sampai saat ini jumlah pendaftar untuk kebutuhan perawat telah mencapai 150 orang, sedangkan untuk dokter baru mencapai 76 orang.

‘’Jadi untuk perawat ini sudah terpenuhi. Kalau untuk dokter tetap kita menunggu sampai akhir minggu ini. Jadi kita tetap menunggu sampai akhir minggu ini. Kita juga tetap berkomunikasi dengan IDI (Ikatan Dokter Indonesia) kabupaten/kota dan provinsi untuk menginformasikan ke anggota-anggotanya,’’ jelas Wilya.

Diterangkan, untuk 35 Nakes peserta seminar akan direkomendasikan ke Kementerian Kesehatan sebelum akhir pekan. ‘’Karena minggu depan mereka ada seleksi lagi di sana. Mereka ini memang lebih diperketat persyaratannya, harus bisa berbahasa Inggris aktif. Karena nanti mereka yang akan berkomunikasi dengan tim kesehatan pembalapnya langsung selama event MotoGP itu,” ujarnya.

Untuk mencari 35 Nakes yang akan direkomendasikan tersebut, Dikes NTB akan melakukan perengkingan terhadap seluruh peserta yang mendaftar. Nantinya daftar rekomendasi akan dibuat berdasarkan peserta dengan nilai tertinggi, terutama dari segi kemampuan berbahasa asing.

  Sayangkan Pernyataan Menpora, Pemprov Pastikan Gelaran MotoGP Mandalika Tak Dipindah

Menurut Wilya, sistem tersebut diapkai agar rekomendasi yang diajukan menghadirkan SDM-SDM dengan kompetensi memadai. ‘’Sebenarnya dari Kementerian Kesehatan tidak meminta kita untuk seleksi. Tapi kami tidak mau putra-putri daerah kita sampai di sana mengikuti seleksi ternyata tidak lulus, dan nanti malah (posisi yang dibuuthkan) diisi oleh orang dari daerah lain. Kita tidak ingin menjadi penonton di daerah kita sendiri,’’ jelasnya.

Untuk 200 Nakes lainnya akan ditempatkan di titik-titik tertentu selama gelaran MotoGP berlangsung. Antara lain di sekitar sirkuit, di hotel tempat pembalap menginap, di bandara, dan di destinasi wisata yang akan dilewati oleh rombongan MotoGP.

Diterangkan, dalam proses seleksi pihaknya sangat memahami SDM-SDM NTB dengan kompetensi tinggi di bidang kesehatan saat ini sebagian besar telah menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau terikat kontrak dengan instansi tertentu. Namun hal tersebut ditekankan tidak menghalangi bagi yang ingin mendaftar dan mengambil peran dalam gelaran MotoGP 2021.

‘’Kita tahu kalau yang bagus-bagus itu pasti sudah jadi ASN atau sudah bekerja. Jadi ini ASN boleh ikut. Kita tim seleksinya ini ada dari BKD, IDI, dan Dinas kesehatan. Nanti mereka yang mengizinkan (ke instansi pendaftar masing-masing), karena tidak sepanjang tahun juga mereka di sirkuit itu. Eventnya juga hanya tiga hari,’’ jelasnya.

Dalam proses seleksi, peserta diwajibkan memiliki ijazah dokter, Surat Tandar Registrasi (STR), dan sertifikat lainnya yang menunjang untuk menunjukkan kompentensi keahlian. Proses wawancara dibagi menjadi tiga unsur. Antara lain penilaian prilaku dan wawasan, penilaian psikologis, dan penilaian ketrampilang berbahasa asing.

“Selesai ini kita tinggal mengentri nilainya dari tim penguji, kemudian kita ranking. Kita akan ambil yang 35 (Nakes peserta seminar) dulu berdasarkan keterampilannya, sisanya kita ambil untuk yang 200 (Nakes),’’ ujar Wilya. (bay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here