Rekrutmen Calon Jemaah Umrah Dihentikan Sementara

H. Ahmad Muharis. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Perusahaan penyelenggara perjalanan haji dan umrah menghentikan sementara rekrutmen calon jamaah. Hal ini dilakukan, sampai adanya kejelasan dari pemerintah Arab Saudi terkait respon mewabahnya virus corona. Dewan Penasehat Pengurus Persatuan Travel Umrah dan Haji (PATUH) Provinsi NTB H. Ahmad Muharis mengatakan, sementara ini seluruh biro perjalanan haji dan umrah cooling down. Seluruh calon jemaah juga telah ditenangkan oleh masing-masing perusahaan.

Owner Perusahaan Travel Haji dan Umrah, Muhsinin ini juga tak mengecualikan seluruh jemaahnya telah dikumpulkan dan diberikan pemahaman terkait kondisi yang berlaku saat ini. “Jemaah seluruhnya juga sudah faham kondisi yang terjadi. Tidak saja umrah, seluruh kabupaten/kota bahkan melakukan pengamanan diri. Situasi ini berlaku untuk seluruh kita, tidak saja di NTB, atau di Indonesia saja,” katanya kepada Suara NTB, Selasa, 17 Maret 2020 kemarin.

Iklan

Pemerintah sebelumnya tegas melarang perusahaan untuk melakukan rekrutmen calon jemaah baru di lapangan. Ketentuan itulah yang dijalankan. Sampai situasinya memungkinkan. H. Haris menjelaskan, penundaan pemberangkatan perjalanan spiritual ke tanah suci Makkah ini jangan ditafsirkan menyetop sama sekali.

“Hanya penundaan saja. Kami terus koordinasi dengan pusat, dengan jemaah. Sambil melihat perkembangan. Kalau sudah ada kejelasan, kita juga akan koordinasikan kembali dengan jamaah,” imbuhnya. Sampai saat ini, jamaah H. Haris juga memastikan belum adanya jamaah yang ditunda pemberangkatakannya dan meminta pengembalian setoran. Jemaah menurutnya sangat memahami kondisi global saat ini.

Di Muhsinin sendiri, dalam sebulan rata-rata memberangkatkan sebanyak 100 jemaah umrah. Bahkan sampai 150 jemaah. Jumlah calon jemaah yang sudah dipersiapkan berangkat, belum ada satupun yang mengajukan “cancel”. Kendati rekrutmen sementara ini tidak dilakukan, pelayanan kepada jemaah tetap berjalan seperti biasanya. Belum ada informasi yang diterimanya, anggota PATUH NTB menutup pelayanannya.

“Kita masih melihat situasinya. Kalau sampai bulan puasa mendatang, belum ada perubahan, ada kemungkinan karyawan juga kita akan istirahatkan, tetap berkumpul bersama keluarga. Sampai keadaan telah berjalan normal,” demikian H. Haris. PATUH NTB telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah, dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama NTB dan Kepolisian untuk bersama-sama menjaga kondusivitas daerah dan bersama-sama jemaah untuk memaklumi keadaan saat ini. (bul)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional