Rekrutmen ASN 2021, Jatah PPPK Berkurang, Pelamar CPNS Diprediksi Tembus 10.000 Orang

Syamsul Buhari (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PANRB) telah memberikan jatah atau kuota formasi rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2021 kepada Pemda. Pemprov NTB memprediksi jumlah pelamar CPNS bisa menembus 10.000 orang, sehingga waktu pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) diperkirakan sampai 45 hari.

Dari 5.028 formasi PPPK yang diajukan Pemprov NTB, jatah yang diperoleh berkurang sekitar 500 formasi. Sedangkan untuk formasi CPNS, jatah yang diperoleh hampir sama dengan jumlah usulan.

Iklan

“Sudah kita terima (kuota CPNS dan PPPK) tapi belum bisa diumumkan karena belum ketemu pak Sekda. Sudah turun tapi masih dirahasiakan,” kata Kepala Bidang Informasi Kepegawaian BKD NTB, Drs. Syamsul Buhari, P.Si., M.Kes., dikonfirmasi Suara NTB, Minggu, 9 Mei 2021.

Meskipun kuota CPNS dan PPPK untuk Pemprov NTB sudah turun dari Kemen PANRB, kata Syamsul, namun pihaknya belum bisa mengumumkan. Karena jatah formasi PPPK yang diterima dengan usulan ada perubahan. Sedangkan jatah formasi CPNS yang diterima hampir sama dengan jumlah usulan.

‘’Jatah kurang sekitar 500-an formasi PPPK. Makanya kita mau lihat dulu. Kalau jatah formasi CPNS hampir sama,’’ terangnya.

Terkait turunnya jumlah jatah formasi yang diterima Pemprov NTB, Syamsul mengatakan akan dikonfirmasi ke Kemen PANRB. Apakah itu sudah final atau tidak. Jika itu sudah final, maka akan segera diumumkan.

Sebagaimana diketahui, dalam rekrutmen ASN 2021, Pemprov mengajukan 5.489 formasi PPPK dan CPNS. Terdiri dari 461 formasi CPNS dan 5.028 formasi PPPK.

Sebanyak 461 formasi CPNS yang diusulkan terdiri dari 287 formasi tenaga kesehatan dan 184 formasi tenaga teknis. Sedangkan 5.028 formasi PPPK yang diusulkan tersebut, dengan rincian 10 formasi guru agama, SMA 2.330 orang, SMK 2.460 orang dan SLB 228 orang.

Untuk pelaksanaan rekrutmen PPPK, lanjut Syamsul, akan dilakukan tiga tahapan. Nama-nama guru yang akan ikut seleksi sudah diverifikasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemendikbud Ristekdikti).

‘’Nanti kita sudah menerima data yang sudah jadi. Kita hanya memanggil peserta, mengumumkan saja. Tidak kita verifikasi, namun sudah dilakukan verifikasi oleh pusat,’’ jelasnya.

Karena jumlah peserta yang ikut seleksi PPPK cukup banyak, maka seleksi akan dilaksanakan di kabupaten/kota. BKD merencanakan membentuk lima stasiun pelaksanaan seleksi. Untuk Pulau Lombok rencananya akan dilaksanakan dua tempat, yaitu Kota Mataram dan Lombok Timur.

Stasiun Kota Mataram untuk Mataram, Lombok Barat dan Lombok Utara. Sedangkan Stasiun Lombok Timur untuk Lombok Timur dan Lombok Tengah. Kemudian Stasiun Sumbawa Barat, Stasiun Sumbawa, dan Stasiun Bima untuk Bima, Kota Bima dan Dompu.

Sementara itu, kata Syamsul, pelaksanaan rekrutmen CPNS diperkirakan akan dimulai Juli – September mendatang. Ia mengatakan dengan melihat jumlah formasi yang akan dibuka, diperkirakan jumlah pelamar akan menembus 10.000 orang.

“Kita memperkirakan pelaksanaan SKD sampai 45 hari. Karena kita memperkirakan ada 10 ribu pelamar CPNS. Karena dalam satu formasi, syarat  pendidikannya bisa macam-macam. Sehingga kalau 10 ribu pelamar kita hitung pelaksanaan SKD sekitar 45 hari tanpa libur,” terangnya. (nas)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional