Rekonstruksi Pascagempa, NTB Kekurangan 1.000 Fasilitator

Pembangunan rumah tahan gempa terus dikebut oleh Satgas Penanggulangan Bencana Lombok – Sumbawa. Selain menambah panel panel, juga merekrut tenaga fasilitator. (Suara NTB/ars)

Mataram (Suara NTB) – Selain ribuan kelompok masyarakat (pokmas), upaya rekonstruksi pascagempa NTB juga mengalami kekurangan petugas fasilitator mencapai 1.000  orang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kini dalam proses perekrutan untuk pemenuhan kekurangan itu.

“Ya memang (kekurangan). Saat ini kita proses merekrut 1.000 orang fasilitator,” kata Kepala Pelaksana BPBD NTB, Ir. H. Mohammad Rum, MT kepada Suara NTB, Rabu 5 Desember 2018.

Iklan

Proses perekrutan sudah diumumkan ke publik, dengan berbagai latar belakang kebutuhan tenaga fasilitator. Menurut Rum, 1.000 orang itu nanti akan melakukan pendampingan kepada Rekompak PUPR dalam proses percepatan pembangunan rumah rusak ringan, rusak sedang dan rusak berat.

Mereka akan disebar ke seluruh daerah terdampak, mulai dari Lombok Utara, Lombok Barat, Kota Mataram, Lombok Tengah dan Lombok Timur. Fasilitator juga akan dikirim ke Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dan Kabupaten Sumbawa yang turut terdampak.

“Mereka akan dikirim ke semua daerah terdampak,” katanya.

Dalam pengumuman, rekrutmen tenaga fasilitator diutamakan sarjana Teknik Sipil, atau setidak tidaknya lulusan SMK jurusan bagunan. Sementara dalam juklak juknisnya, tugas fasilitator untuk mendampingi tim Rekompak dari PUPR dalam penanganan tahap rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa Lombok – Sumbawa.

Penjelasan soal tugas fasilitator penanganan gempa sebelumnya dijelaskan Deputi Bidang Koordinasi Dampak Bencana dan Kerawanan Sosial Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Sonny Harry Harmadi. Para fasilitator diminta berperan aktif dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascagempa.
Sonny menegaskan peran fasilitator bukan sekadar mendampingi, tapi membuatkan desain rumah dan membantu penyusunan RAB sebagai salah satu syarat akuntabilitas pencairan bantuan. “Yang betugas menggambar desain rumah dan menyusun RAB adalah fasilitator,” kata Sonny.

Oleh sebab itu, Panglima Komando Satuan Gugus Tugas Gabungan Terpadu (Pangkogasgabpad) Mayjen TNI Madsuni sebelumnya juga mengingatkan, para fasilitator untuk menyiapkan berkas administrasi yang dibutuhkan, sehingga rumah bisa segera dibangun.

Segala hambatan di lapangan yang dihadapi fasilitator agar segera dilaporkan ke Komandan Sektor masing-masing untuk segera diputuskan solusinya, tidak menghambat pembangunan

Kekurangan fasilitator cukup beralasan. Berdasarkan data Posko Satuan Tugas Penanggulangan Bencana,  ada 149.715 unit rumah rusak. Sementara rumah dengan tiga tipe sesuai juklak – juknis, juga sedang dikebut. Rumah Risha sudah jadi 15 unit dan sedang dibangun 1.271 unit, dari minat 4.132 KK. Sedangkan rumah instan konvensional (Riko), sudah jadi 19 unit dari minat 3.390 KK, sedang dibangun 442 unit progress. Rumah Instan Kayu (Rika), baru jadi 6 unit dari minat 3.123 KK. Sedang dibangun 167 unit. (ars)