Rekonstruksi Pascagempa Harus Libatkan Pengusaha Lokal

Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan melatih ratusan aplikator lokal untuk membuat panel-panel Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha). Triliunan anggaran digelontorkan pemerintah pusat untuk membangun kembali rumah warga korban gempa, harus melibatkan pengusaha lokal.

Hal tersebut disampaikan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc, Jumat, 9 September 2018 kemarin. Dr.Zul menyatakan, perlunya melibatkan pengusaha lokal untuk mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) korban gempa. Triliunan dana yang digelontorkan untuk pembangunan huntap korban gempa diharapkan dapat menetes ke pengusaha lokal yang ada di NTB.

Iklan

‘’Kita akan adakan pelatihan pada puluhan bahkan ratusan aplikator. Mudah-mudahan dengan pelatihan singkat, mereka siap menjadi aplikator dan dengan jumlah yang cukup banyak,’’ harap gubernur.

Dijelaskan, dana untuk pembangunan huntap korban gempa NTB sudah tersedia. Tetapi ketersedian panel-panel Risha terbatas karena jumlah aplikator yang masih sedikit.

Dengan adanya pelatihan kepada aplikator lokal yang dilakukan Kementerian PUPR, kata gubernur diharapkan persoalan keterbatasan panel-panel Risha segera teratasi. Menurutnya, banyak pemain-pemain atau pengusaha lokal yang bisa ikut berpartisipasi menyediakan panel-panel Risha.

‘’Karena uang berputar triliunan. Jangan sampai uangnya berputar triliunan ini tidak dimanfaatkan atau tidak netes pada pengusaha lokal. Caranya kita proaktif. Memberikan pelatihan,’’ ujarnya.

Menurut gubernur, teknologi yang dibutuhkan untuk membuat panel-panel Risha tidak begitu canggih. Pengusaha lokal cukup memiliki molen saja. ‘’Ini (teknnologi membuat panel Risha) bukan suatu teknologi dari dari langit, bukan. Modal molen, bisa,’’ jelasnya.

Dengan pemberian pelatihan kepada aplikator lokal, kata Dr.Zul, pengusaha lokal dapat langsung berpartisipasi. Pencairan dana bantuan stimulan,  berdasarkan data sampai 2 November lalu, sebanyak 344 Pokmas atau 5.354 KK sudah menerima dana bantuan stimulan. Rekening masyarakat yang sudah terisi sebanyak 33.179 KK.

Pemerintah pusat telah mentrasfer dana bantuan stimulan sebesar Rp1,018 triliun. Tahap awal sebesar Rp41,8 milar,  tahap I Rp284,950 miliar, Tahap II Rp299,130 miliar dan tahap III Rp392,54 miliar. Untuk tahap IV dan V sedang dalam proses sebesar Rp1,972 triliun.

Berdasarkan hasil verifikasi,  jumlah rumah yang rusak sebanyak 216.519 unit. Terdiri dari rusak berat 75.138 unit, rusak sedang 33.075 unit dan rusak ringan 108.306 unit. Sementara itu, progres pembangunan rumah instan sederhana sehat (Risa) sebanyak 433 unit, rumah konvensional 177 unit dan rumah kayu 79 unit. (nas)