Rekonstruksi Pascagempa di Mataram Belum Merata

Kadis Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Mataram, H. M. Kemal (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Proses rehabilitasi dan rekonstruksi korban gempa di Kota Mataram belum merata. Pemerintah masih hanya fokus menangani di satu titik, sementara korban terdampak gempa menyebar di enam kecamatan.

Data rumah dan fasilitas umum yang rusak di Kota Mataram sebanyak 7.112 unit. Kerusakan ini baik kategori berat, sedang dan ringan. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Mataram, H. M. Kemal Islam mengakui, penanganan selama ini terfokus di Kecamatan Sandubaya. Sebab, wilayah tersebut paling banyak terdampak gempa.

Iklan

Dia akan turun kembali mensosialisasikan dengan mengundang masyarakat di masing – masing kecamatan. Sekaligus pembagian panel secara simbolis. “Fokusnya memang di Sandubaya karena di sana paling banyak terdampak,” kata Kemal.

Pembangunan rumah dengan pola rumah instans sederhana sehat (Risha) selama ini terkendala aplikator. Satu aplikator dari UMKM hanya mampu mencetak panel untuk satu rumah saja.

Pemkot Mataram mendorong aplikator lain. PT. Waskita Karya ditunjuk menyiapkan bahan. Perusahaan jasa konstruksi plat merah ini siap mendistribusikan bahan untuk 20 unit rumah per hari. “Targetnya per hari itu 11 unit rumah jadi per hari,” ucapnya.

Data sementara 360 kepala keluarga memilih pola Risha. Sisa lainnya memilih Riko. Permasalahan material demikian kata Kemal, khusus pembangunan Riko sesuai perintah Wakil Presiden RI H. Jusuf Kalla menunjuk Kamar Dagang Indonesia (Kadin) bekerjasama dengan penyedia.

Artinya, Kadin harus bisa menyesuaikan diri dengan regulasi. “Kadin tidak bisa memberikan keyakinan ke anggotanya. Uang ini kan tidak bisa diambil oleh Pokmas. Tapi transfer oleh BRI ke rekening pengusaha,” ujarnya.

“Kok ndak dikasih ngutang sehari saja. Pengusaha harus percaya dong. Kita membantu masyarakat yang terkena musibah. Tidak ada persoalan jika dipahami bersama,” tambahnya.

Berbeda halnya dengan pola Risha. Kembali disampaikan Kemal, ini terkendala aplikator. Namun demikian, delapan Risha dibangun di Pengempel ditargetkan rampung selama seminggu. Berikutnya, proses rehabilitasi dan rekonstruksi dilakukan merata di seluruh wilayah yang terdampak. (cem)