Reklame Tak Jual Produk Bebas Pajak

Papan reklame di salah satu toko di kompleks pertokoan Sweta, Kelurahan Mandalikan tidak mencantumkan produk tertentu. Kebijakan Pemkot Mataram seperti itu tidak dikenakan pajak. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Badan Keuangan Daerah Kota Mataram, akan membebaskan pengenaan pajak reklame yang tidak memiliki konten atau promosi produk tertentu. Pembebasan pajak tergantung dari ukuran papan reklame. Kepala Badan Keuangan Daerah, H.M.Syakirin Hukmi menyampaikan, Badan Pemeriksaan Keuangan melihat potensi pendapatan dari pajak reklame di Kota Mataram,cukup besar terutama di jalan protokol. Seperti Jalan Pejanggik, Cakranegara. Kompleks Pertokoan di Sweta serta titik strategis lainnya.

Memaksimalkan pendapatan dari sektor pajak reklame, petugas dari BKD setiap bulan diminta memotret serta memadukan data. Pihaknya akan mencocokan data diajukan oleh pemilik reklame dengan konten yang terpasang. Hal ini memastikan mana yang benar objek pajak sesuai dengan peraturan daerah. “Saya sudah minta staf di BKD mengecek, memotret dan memadukan data dengan konten reklame,” kata Syakirin dikonfirmasi pekan kemarin.

Iklan

Namun, Pemkot memiliki kebijakan reklame dengan ukuran diatur dalam perda hanya mencantumkan nama toko dan tidak mencantum promosi produk tertentu tidak dipungut biaya atau bebas pajak. Kecuali, papan reklame di toko tertentu mencantumkan nama tapi ada produk barang tetap dikenakan pajak. Salah satu contoh, reklame di counter telepone genggam. Sepanjang tidak mencantum produk dari telepone tidak dikenakan pajak.

“Kalau hanya mencantum nama toko menjual barang – barangm bebas pajak,” ucap Syakirin. Pembebasan biaya pajak reklame diapresiasi oleh pemilik toko. Salah satunya Edward pemilik toko bangunan di Jalan TGH. Faisal, Sweta. Menurutnya, kebijakan Pemkot Mataram dinilai bagus. Pihaknya tidak lagi berpikir membayar pajak reklame setiap tahun. Apalagi papan reklame yang pajang hanya mencantumkan nama toko saja. “Saya kira baguslah,” ucapnya.

Dia mengharapkan pemerintah menertibkan reklame di toko yang mempromosikan produk tertentu, sehingga menjadi sumber pendapatan bagi daerah. (cem)