Rekapitulasi Suara di Lotim Diwarnai Adu Data

Proses pleno rekapitulasi suara di KPU Kabupaten Lombok Timur berlangsung dinamis. Pleno diwarnai adu data antara saksi, Bawaslu dan KPU. (Suara NTB/ndi)

Mataram (Suara NTB) – Tahapan Pemilu 2019 telah memasuki rekapitulasi suara di tingkat KPU kabupaten/kota. Delapan KPU kabupaten/kota diketahui telah mulai menggelar rapat pleno rekapitulasi suara.

Pantauan Suara NTB proses rekapitulasi suara di KPU Kabupaten Lombok Timur berlangsung lancar. Namun demikian, rekapitulasi berlangsung dinamis. Beberapa kali saksi parpol melayangkan pertanyaan terkait perbedaan data suara yang ditemukan.

Iklan

“Penyelenggara, termasuk Bawaslu dan saksi sudah melakukan tugas masing-masing dengan baik, sehingga proses rekapitulasi berjalan cukup baik. Tidak ada banyak kendala yang kita temui, jikapun ada selisih perbedaan angka itu, kita langsung melakukan pembentulan pada sat itu juga,” kata Ketua KPU Lombok Timur, Dr. Junaidi yang dikonfirmasi pada saat jeda berlangsung.

KPU Lotim mulai pleno rekapitulasi, Kamis, 2 Mei 2019 dan akan berlangsung selama empat hari. Hari pertama pleno dijadwalkan lima kecamatan. Sampai dengan pukul 13:00 Wita, baru satu kecamatan berhasil diselesaikan. Pembahasan alot berlangsung saat saksi menyampaikan perbedaan data perolehan  suara.

“Ada temuan, ada perbedaan terjadi pada salinan saksi dengan di PPK dan Bawaslu. Tapi setelah kita buka DA1 Plano, selesai dia. Masing-masing data itu kita sandingkan. Ketika ada perbedaan itu, maka kembali ke DA1 Plano,” jelasnya.

Junaidi menegaskan, bahwa dalam perbedaan data yang ditemukan itu tidak ada indikasi kecurangan. Namun perbedaan masih dalam kewajaran. “Tidak ada indikasi kecurangan, sah- sah saja ada perbedaan itu, karena mungkin pada saat menginput data, dan kami juga akui tadi tidak sepenuhnya PPK menulis benar, karena masalahnya kelelahan dan ngantuk,” katanya.

Ditegaskan juga, bahwa proses rekapitulasi KPU tidak merubah angka. Melainkan hanya menjumlahkan hasil rekapitulasi yang ada di tingkat kecamatan. Hal itu disampaikannya untuk menepis kehawatiran akan terjadi kecurangan.

“Kami tegaskan, kami melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dan sejujurnya, meskipun ada perbedaan pendapat diantara kami berlima, tetapi satu komitmen bahwa tidak boleh ada perubahan suara. Di KPU ini kami hanya menjumlahkan, membacakan, dan menetapkan,” ujarnya.

Ditempat yang sama, komisioner KPU Provinsi NTB, Zuriaty kepada Suara NTB menyampaikan bahwa proses rekapitulasi di tingkat Kabupaten/Kota akan bisa selesai tepat waktu, meskipun proses rekapitulasi berlangsung dinamis dan alot.

“Pleno dilakukan dari pagi sampai malam dan kalau kita lihat dinamikanya saya yakin bisa tepat waktu, karena ada beberapa kecamatan yang cepat dan ada juga yang lambat,” ujarnya saat memantau proses Pleno rekapitulasi di KPU Lotim.

Ia menyebutkan dari 10 Kabupaten/Kota, tinggal dua yang masih belum melakukan pleno, yakni Kabupaten Lombok Tengah dan KLU, lantaran masih ada beberapa kecamatan yang masih belum selesai rekapitulasi. “Bahkan di KSB sudah selesai, dan Daerah lainnya sudah mulai,” katanya. (ndi)