Rekanan Rumah Adat KSB Ditangkap

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumbawa menangkap rekanan pembangunan rumah adat KSB, TM. Tersangka TM ditangkap di kediamannya di wilayah Tuban, Jawa Timur, setelah diincar sejak Maret lalu. Penangkapan dilakukan lantaran yang bersangkutan sudah beberapa kali mangkir dari panggilan dan sulit dihubungi.

Kajari Sumbawa, Paryono, SH., MH yang didampingi Kasi Pidsus, Anak Agung Raka PD, SH dan Kasi Intelijen, Erwin Indrapraja, SH., MH, kepada wartawan, Selasa, 9 Mei 2017 menyampaikan, dalam penangkapan TM pihaknya didukung Kejari Tuban dan Kejari Sidoarjo.

Iklan

Awalnya pihaknya berkoordinasi dengan Kejari Tuban guna melacak keberadaan yang bersangkutan. Setelah mendapatkan informasi, tim yang dipimpin Kasi Pidsus Kejari Sumbawa langsung meluncur ke Tuban.

Setibanya di Tuban Senin (8/5), tim bersama Kejari setempat melokalisir kediaman tersangka. Sekitar pukul 13.00 WIB tersangka langsung disergap. Setelah itu tersangka dibawa ke Rumah Sakit daerah setempat untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan. Mengingat  selama ini alasannya tidak memenuhi panggilan karena sakit. Hasilnya pengecekan ternyata yang bersangkutan sehat.

‘’Selama ini dia tidak mau menghadiri panggilan alasannya sakit. Setelah kita cek ke Rumah Sakit daerah Tuban ternyata sehat,” ujar Kajari.

Setelah dipastikan kesehatannya, kata Kajari, tersangka kemudian dibawa ke Surabaya. Dalam hal ini dititipkan di Kejari Sidoarjo sambil menunggu waktu pagi hari. Tepatnya Selasa, 9 Mei 2017 sekitar pukul 07.00 tersangka diterbangkan dari Surabaya dan tiba di Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin III, Sumbawa sekitar pukul 10.30 Wita. Dengan tangan diborgol yang bersangkutan kemudian dibawa ke Kantor Kejaksaan Negeri Sumbawa.

 “Pelarian tersangka ini sudah sejak Maret lalu. Kita panggil tidak penuhi panggilan. Dia juga mematikan semua nomor handphonennya, sehingga kita mencoba menelusuri. Alhamdulilah setelah kita berkoordinasi dan berkat bantuan teman-teman di Kejari Tuban tersangka berhasil ditangkap,” tukasnya.

Rencananya pihaknya akan langsung menahan yang bersangkutan dan menitipkannya di Lapas Kelas II Sumbawa sambil menunggu jadwal pemeriksaan. Mengingat dalam pemeriksaan nantinya, tersangka harus didampingi pengacara.

Seperti diberitakan, pembangunan Rumah Adat KSB diduga terjadi penyimpangan. Pembangunan dengan alokasi anggaran Rp 2 miliar ini dalam pelaksanaannya mangkrak. Mengingat Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) melakukan pemutusan kontrak secara sepihak karena pelaksananya kabur. Adapun pengerjaan dilakukan PT. AS.

Dari hasil perhitungan, volume pengerjaannya hanya 4,5 persen. Namun diduga kontraktor pelaksana sudah menerima pembayaran Rp 500 juta dari nilai kontrak. Berdasarkan hal tersebut jaksa menetapkan PPK sebagai tersangka. Kini PPK sudah menyelesaikan hukumannya. Dari pengembangan, jaksa kembali menetapkan satu tersangka baru yakni rekanan berinisial TM. (ind)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here