Rekanan Rumah Adat KSB akan Dijemput Paksa

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Rekanan pembangunan Rumah Adat KSB berinisial TM hingga saat ini tidak memenuhi panggilan jaksa untuk diperiksa sebagai saksi meskipun sudah dua kali dipanggil. Keterangan sakit yang disampaikan sebelumnya diragukan pihak kejaksaan. Untuk itu jika dalam pemanggilan ketiga ini yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan, maka akan dijemput paksa.

Kajari Sumbawa, Paryono, SH kepada wartawan, Sabtu, 18 Maret 2017 menyampaikan, pihaknya tengah mengupayakan supaya yang bersangkutan datang untuk memenuhi panggilan. Di mana yang bersangkutan berada di Tuban. Dalam hal ini rencana pemeriksaan yang bersangkutan minggu ini. Kalaupun tidak hadir maka akan dijemput secara paksa. “Kalau dia tidak datang maka kita akan menjemputnya,” ujarnya.

Iklan

Menurutnya, mengenai keterangan yang bersangkutan yang menyampaikan sedang sakit diragukan pihaknya. Karena hal ini sebelumnya sudah dipastikan kepada dokter yang menangani langsung. Rencananya pemeriksaan ketiga terhadap tersangka TM akan dilakukan dalam minggu ini.

“Kami sudah hubungi tersangka melalui handphone, tapi handphonennya mati. Makanya dalam pemeriksaan ketiga nanti kalau dia tidak hadir, kami akan menjemput secara paksa,” tukas Kajari.

Untuk menjemput tersangka, pihaknya berkoordinasi, dan sudah ada tim yang akan melakukan hal tersebut. Termasuk berkoordinasi dengan Kejari Tuban.

Pembangunan rumah adat KSB diduga terjadi penyimpangan. Pembangunan dengan alokasi anggaran Rp 2 miliar ini dalam pelaksanaanya mangkrak. Mengingat Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) melakukan pemutusan kontrak secara sepihak karena pelaksananya kabur.

Adapun pengerjaan dilakukan PT. AS. Dari hasil perhitungan, volume pengerjaannya hanya 4,5 persen. Namun diduga kontraktor pelaksana sudah menerima pembayaran Rp 500 juta dari nilai kontrak. PPK dalam kasus ini sudah menyelesaikan hukumannya. Sementara kontraktor pelaksana yang belakangan ditetapkan sebagai tersangka akan dilakukan pemeriksaan. (ind)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here