Rekanan Proyek Bale Budaya Minta Waktu Pengembalian

Mataram (Suara NTB) – Rekanan yang mengerjakan proyek bale budaya milik Dinas Pariwisata Kota Mataram, meminta waktu mengembalikan kelebihan pembayaran. Dari hasil pekerjaan disinyalir ada kelebihan volume Rp 105 juta lebih.

Pelaksana Harian yang juga Asisten II Setda Kota Mataram, Wartan,SH. MH., mengatakan, item yang menjadi temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI Perwakilan NTB, terhadap sejumlah pekerjaan diupayakan semaksimal mungkin dipenuhi. Sejumlah item telah ditindaklanjuti.

Iklan

Hanya saja, ada keterlambatan penyelesaian dan telah dibicarakan oleh Badan Keuangan Daerah dan Inspektorat Kota Mataram. “Semua temuan kita tindaklanjuti. Cuma satu saja terlambat,” kata Wartan.

Diakui, rekanan yang mengerjakan bale budaya sudah dihubungi. Mereka meminta waktu untuk mengembalikan kas daerah atas kelebihan pembayaran. “Semua sudah berembuk.  Mereka masih minta waktu menyelesaikannya,” tambahnya.

Dinas Pariwisata diketahui hingga batas waktu diberikan BPK, Senin, 21 Mei 2018, belum mengembalikan kelebihan pembayaran. Temuan ini otomatis akan masuk dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP).

Rekanan termasuk Dispar memiliki waktu 60 hari menindaklanjuti LHP tersebut. “60 hari itu diminta menyelesaikan,” ucapnya.

Wartan mengingatkan pejabat di Lingkup Pemkot Mataram, berhati – hati melaksanakan program sejak awal dan akhir. Komponen pekerjaan ini menurutnya, memiliki jenjang pengawasan.

Dari hasil audit BPK terhadap laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) Kota Mataram, tahun 2017. Dinas Pariwisata dan Bagian Umum Setda Kota Mataram, ada kelebihan volume pembayaran. Proyek Bale Budaya ditemukan kelebihan pembayaran Rp 105 juta. Sementara, panggung utama di Taman Sangkareang Rp42 juta.

Rekanan yang mengerjakan panggung itu telah mengembalikan kelebihan pembayaran ke kas daerah. Padahal, sisa pembayaran akibat keterlambatan penyelesaian proyek belum dibayarkan. (cem)