Rekan Junaidi Arif di DPRD NTB Ikut Terkejut

Mataram (Suara NTB) – Ketua Fraksi Bintang Restorasi DPRD NTB, H. Machsun Ridwaini, M.BA yang dikonfirmasi Suara NTB, mengaku terkejut mendengar anggota Fraksinya, Junadi Arif, yang nyaris ditahan karena terjerat pidana karena kasus perselingkuhanya.

“Hari ini mau ditahan kejaksaan, apa masalahnya, memang dia kenapa. Dia benar ditahan atau apa, atau hanya dipanggil saja, jadi saksi atau apa gitu,” ujar Machsun bertanya balik, karena masih tidak percaya anggotanya itu akan ditahan.

Iklan

Diketahui, Junaidi Arif dipidanakan oleh mantan istri pertamanya karena dituduh berselingkuh dengan istri sirinya saat ini. Machsun juga mengakui bahwa ia sempat mengetahui permasalahan yang dialami oleh anggotanya itu. Namun menurut laporannya ke partai, bahwa kasus tersebut sudah selesai.

“Saya sudah tahu sih, tapi dari laporan dia di partai, bahwa dia punya masalah sudah selesai. Bahkan pembagian harta gono gininya sudah diselesaikan. Makanya kok aneh, kalau dia dipermasalahkan lagi oleh kasus yang sama, mungkin ada kasus yang berbeda mungkin,” kata Machsun masih belum percaya.

Namun demikian, pihaknya juga masih belum berani memberikan komentar banyak terkait kasus yang menjerat anggota satu partainya itu. Karena ia belum mendapatkan laporan. Untuk itu ia terlebih dahulu akan memastikannya dengan mengkonfirmasi yang bersangkutan.

“Adapun sekarang sejauh mana kasusnya itu, kita endak tahu, tapi nanti saya kroscek lagi supaya endak salah-salah saya bicara. Apakah karena kasus itu (perselingkuhan) atau ada kaitannya kasus lain,” ucapnya Machsun.

Pada dasarnya, kasus perselingkuhan anggota komisi I DPRD NTB dari Fraksi gabungan PBB dan Nasdem itu, sudah terjadi pada tahun 2016 lalu. Hal itu diketahui dengan adanya laporan yang masuk ke Badan Kehormatan (BK) DPRD NTB atas perselingkuhan salah satu oknum anggota DPRD NTB dari dapil Lombok Barat dan KLU.

Namun setelah diklarifikasi oleh Ketua BK, H. Busrah Hasan, bahwa kasus tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Sehingga BK tidak mengambil tindakan.

Dikonfirmasi terpisah lewat sambungan telepon, Junadi Arif memilih bungkam, dan enggan untuk memberikan klarifikasi atas kasus yang tengah mengancamnya untuk masuk hotel prodeo itu.

Namun demikian, sejumlah kolega Junadi Arif di DPRD NTB mengaku terkejut mendengar rekannya itu nyaris ditahan oleh pihak Kejaksaaan atas kasus perselingkuhannya. Berbagai tanggapan keprihatinanan pun dilontarkan oleh sejumlah anggota lainnya.

Ketua Fraksi Partai Gerindra, H. Hamja mengatakan terkejut dengan kasus yang tengah menimpa rekannya di DPRD NTB itu. Oleh karena itu, ia mengatakan pada wartawan agar kasus tersebut tidak perlu dibesar-besarkan.

“Biarlah hukum yang bicara, kasian beliau, jangan kita  lagi yang menghukumnya,” ucap Hamja.

Demikian juga dengan rekan satu komisi dengan Junaid Arif, Iwan Usmar Surambian, SE juga melihat persoalan itu hal biasa dalam berumah tangga. Dimana setelah proses cerai, dan pembagian harta gono gini, menurut sepengetahuannya sudah selesai.

“Jadi endak usah diperbesar saja,” ujarnya. (ndi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here