Reka Ulang Ungkap Penyebab Kematian Korban Pemerkosaan

Para tersangka pemerkosaan dan pembunuhan anak di bawah umur saat melakukan reka ulang dengan posisi korban sudah tergeletak tak sadarkan diri. (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Kasus pemerkosaan anak di bawah umur, EA (15) yang masih duduk di bangku SMP, oleh empat pelaku, SAS (18), WAN (34), PENDI (25), dan BUL (23), yang menyebabkan korban meninggal dunia, Senin, 14 Januari 2019 kemarin dilakukan reka ulang. Dalam reka ulang  di Mapolres Lotim ini, terdapat 32 adegan yang peragakan  para pelaku. Dari sana, terkuak penyebab kematian korban yang dilakukan oleh para pelaku.

Kasi Pidum Kejari Lotim, Fajar Hidayat, selaku Jaksa peneliti, mengatakan, ada 32 adegan yang diperagakan  tersangka. Esensi dari rekonstruksi dan reka ulang adegan ini merupakan salah satu teknik pemeriksaan dalam penyidikan untuk mencocokkan hasil pemeriksaan BAP kepolisian sebelum dilimpahkan ke pengadilan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Iklan

Hasil sementara, hilangnya nyawa korban karena faktor persetubuhan dan belum ditemukan indikasi pembunuhan secara sengaja dan berencana oleh para pelaku.

Dari keterangan masing-masing pelaku, terdapat beberapa fakta yang dinilainya masih disembunyikan oleh para pelaku. “Kami punya petunjuk dan alat bukti lain yang dapat menjerat para pelaku. Kami melihat ada yang masih disembunyikan oleh para pelaku, terutama yang menyebabkan korban meninggal dunia,” jelasnya.

Selain itu, katanya, bukti-bukti lain yang menyebabkan korban meninggal dunia sudah dikantongi oleh pihak Jaksa. Seperti terdapat darah pada jilbab yang digunakan korban atau meninggal dunia setelah melompat dari atas sepeda motor. Apabila seseorang jatuh ke jalan dari atas sepeda motor, tentunya pada bagian tubuhnya mengalami lecet maupun luka. “Tapi dalam reka adegan ini. Pelaku mengaku jika korban menjatuhkan dirinya dari atas sepeda motor, kemudian tak sadarkan diri,” jelasnya.

Untuk hasil BAP dengan reka ulang ini tidak mengalami perbedaan yang cukup signifikan. Sebagian besar pelaku mengakui perbuatannya, mulai dari merencanakan menyetubuhi korban saat berkumpul di rumah tersangka BUL di Dusun Praida Desa Bagik Payung Kecamatan Suralaga, kemudian menenggak minuman keras, hingga menyetubuhi korban di empat TKP meskipun pada saat itu korban sudah tidak sadarkan diri.

Dalam tahap penuntutan nanti, tuntutan terhadap keempat pelaku berbeda karena terdapat satu orang pelaku masih di bawah umur. Kapolres Lotim, AKBP. Ida Bagus Made Winarta, SH, SIK, didampingi Kasat Reskrim, AKP. I Made Yogi Purusa Utama, SIK, menjelaskan, tujuan dilakukan rekonstruksi untuk melihat fakta-fakat dan memperjelas peran dari masing-masing tersangka, sehingga nantinya dalam pemberkasan secara jelas penyebab-penyebab kematian dan dapat lebih meyakinkan hakim dalam persidangan. (yon)