Rehabilitasi Hutan Senilai Rp40 Miliar Diduga Dibabat untuk Tanaman Jagung

Ilustrasi Lahan Jagung (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Selain curah hujan yang cukup tinggi, kerusakan hutan yang cukup parah diduga menjadi pemicu banjir bandang yang menerjang tujuh kecamatan di Kabupaten Bima, akhir pekan lalu. Bahkan, pohon yang ditanam melalui program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) senilai Rp40 miliar pascabanjir bandang di Kota Bima dan Bima, pada 2016 lalu, diduga dibabat dan dibakar oleh warga untuk tanaman jagung.

‘’Jadi waktu itu, kalau ndak salah Rp40 miliar anggaran dari BNPB untuk rehabilitasi hutan dan lahan dengan melakukan penanaman bibit pohon di hulu DAS yang mengalirkan sungainya ke arah pemukiman di Bima dan Kota Bima,’’ ujar Kepala Bidang Perlindungan Hutan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (PHKSDAE) Dinas LHK NTB, Mursal, S.P., M.M., dikonfirmasi Suara NTB, Kamis, 8 April 2021.

Iklan

Pohon yang sudah ditanam melalui program penghijauan itu, kata Mursal, tak berumur panjang. Bahkan tidak sampai satu tahun, pohon-pohon yang ditanam lewat program RHL tersebut diduga dibabat dan dibakar ketika musim tanam jagung tiba.

Mursal mengatakan, masyarakat belum sadar pentingnya merawat dan menjaga hutan. Mereka belum sadar dampak dari kerusakan hutan yang menyebabkan banjir bandang di Kota Bima dan Kabupaten Bima pada 2016 lalu.

Bahkan, kata Mursal, pada 2020 lalu, salah seorang petugas Polhut dianiaya oleh sekelompok masyarakat di Bima. Petugas Polhut bernama Haeruddin tersebut dianiaya, sehingga menyebabkan hidungnya patah dan mukanya babak belur dikeroyok massa.

Kejadian banjir bandang yang kedua kalinya ini diharapkan menjadi introspeksi bagi masyarakat. Betapa pentingnya menjaga hutan. Mursal mengatakan kerusakan hutan di Bima sudah sangat parah.

Jika dilihat dari foto udara, kawasan hutan di Bima memang sudah benar-benar gundul. Kawasan hutan sudah beralihfungsi menjadi tanaman jagung. ‘’Jangankan pohon besar, semak belukar tidak ada, seperti gurun. Paling tersisa pagar pembatas antara satu petak dengan petak yang lain. Selebihnya, betul-betul gundul,’’ ungkapnya.

Berdasarkan data Dinas LHK NTB, hutan yang benar-benar gundul di Bima seluas 15.790 hektare dan Kota Bima 1.093 hektare. Sementara itu, di seluruh NTB, luas kawasan hutan yang benar-benar gundul sebesar 96.238,24 hektare. (nas)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional