Regenerasi Atlet Berprestasi Tak Boleh Putus

Kadispora NTB, Hj. Husnanidiaty Nurdin didampingi Kabid Keolahragaan, Anang Zulkarnain memimpin rapat dengan seluruh pengurus cabor di Aula Dispora NTB, Rabu, 26 Februari 2020. (Suara NTB/fan)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) NTB mengingatkan seluruh pengurus cabor di NTB agar terus mempersiapkan atlet muda berprestasi untuk tetap mempertahankan nama besar NTB gemilang lewat  kompetisi olahraga kancah nasional. Sebab beberapa cabang olahraga unggulan NTB mulai memperlihatkan kemerosotan dalam hal prestasi.

Sebut saja cabang olahraga pencak silat yang gagal meloloskan atlet mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020. Padahal sebelumnya olahraga silat merupakan “ladang emas”, kini sudah kritis dan nyaris tak bisa dibanggakan lagi.

Iklan

“Saya minta cabang olahraga pencak silat kembali ke jalan yang benar. Katanya atlet silat  tidak ada yang berprestasi di Pra-PON 2019 dan tidak lolos PON,” ucap Kadispora NTB, Hj. Husnanidiaty Nurdin dalam rapat dengan seluruh pengurus cabor binaan KONI NTB di Aula Kantor Dispora NTB, Rabu, 26 Februari 2020.

Dalam rapat yang melibatkan seluruh  pengurus cabang olahraga prestasi itu membahas terkait rencana kompetisi olahraga di tahun 2020. Dalam hal ini Dispora NTB akan memberikan dana stimulan sebesar Rp20 juta kepada masing-masing cabang olahraga yang akan menggelar kompetisi olahraga pelajar di tahun 2020.

Kompetisi olahraga tahun 2020 akan menjadi  kompetisi olahraga yang keempat di gagas oleh Dispora NTB guna meningkatkan pembinaan olahraga di masing-masing cabor di NTB. Sebelumnya di tahun 2019  pihak Dispora NTB menggelontorkan dana stimulan sebesar  Rp340 juta  lebih untuk diberikan kepada  kurang lebih 35 cabor prestasi. Saat itu, masing-masing cabor mendapatkan bantuan Rp20 juta. Sementara dana stimulan untuk kompetisi olahraga  tahun ini diperkirakan Rp400 juta lebih.

Dispora NTB sengaja mendorong cabor untuk menggelar kompetisi olahraga supaya kedepan pretasi olahraga NTB di kancah nasional terus meningkat. Pasalnya dengan digelarnya kompetisi olahraga prestasi tingkat pelajar setiap tahun diharapan akan muncul bibit-bibit atlet muda prestasi yang mampu meneruskan prestasi atlet seniornya di level nasional.

Dengan digelarnya kompetisi olahraga di masing-masing cabor, kedepan ia  akan meminta kepada pengurus cabor untuk menyerahkan nama-nama calon  atlet berprestasi yang dapat dipersiapkan di PON  tahun 2024.

“Betapa kami kesulitan mencari atlet muda berprestasi, oleh karena ini kami fokuskan cabor untuk tetap menggelar kompetisi. Nantinya saya akan minta ke cabor-cabor menyerahkan nama-naam atlet yang bisa disiapkan sebagai calon regenerasi atlet berprestasi di PON 2024,” jelasnya.

Lanjutnya, untuk mewujudkan hal tersebut, pihaknya membutuhkan perhatian dari semua pihak, bukan cuma pemerintah dan cabor. Pihak swasta dan masyarakat diharapkan bisa memberikan kontribusi, sehingga prestasi NTB di arena olahraga nasional dapat terus dipertahankan. (fan)