Rebutan Pemandu Lagu, Seorang Pria Luka Parah

Terduga pelaku penganiayaan (foto kiri), SR alias Opes (40) warga Dusun Besi Bora, Desa Beru Kecamatan Jereweh, yang diamankan bersama barang bukti (foto kanan). (Suara NTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sumbawa Barat, mengamankan seorang terduga pelaku penganiayaan di Kecamatan Maluk. Terduga pelaku yang diketahui berinisial SR alias Opes (40) warga Dusun Besi Bora, Desa Beru Kecamatan Jereweh tidak bisa berkutik setelah polisi mendapatkan rekaman dari kamera pengintai yang terpasang.

Kapolres KSB, melalui Kasat Reskrim AKP Muhaemin SH, SIK kepada Suara NTB, Rabu,  2 Januari 2018 membenarkan adanya pengungkapan terhadap pelaku dalam kasus penganiayaan tersebut. Bahkan saat ini kondisi korban S alias Din juga sudah berangsur pulih setelah pundak kiri dan kepala korban tertebas parang.

Iklan

Sementara, tersangka saat ini sudah ditahan di Mapolres untuk dilakukan ke proses selanjutnya. Barang bukti berupa sebilah parang dan server kamera pengintai (CCTV) di TKP juga sudah diamankan. Kasus ini juga tetap menjadi atensi pihak terkait, sehingga tidak ada lagi kejadian hal yang sama.

“Tersangka ini sudah kita tahan untuk proses selanjutnya. Kami juga tetap mengatensi masalah ini untuk menekan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkapnya.

Dia mengatakan, kasus ini berawal dari adanya laporan masyarakat kaitannya dengan penemuan seorang laki-laki di pinggir jalan Maluk yang berlumuran darah. Merasa ada yang janggal dalam kasus tersebut, akhirnya masyarakat melaporkan kepada petugas Pos Pam.

Mendapatkan laporan itu, para petugas kemudian melakukan olah TKP dan langsung membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Beruntung nyawa korban masih bisa terselamatkan meskipun sebagian tubuh korban mengalami luka sobek yang cukup dalam.

Ditemukan, ada sekitar tiga cidera serius yang dialami yakni luka sobek di bagian pundak sebelah kiri, luka sobek di bagian lengan sebelah kiri dan kepala sebelah kiri yang mencapai 50 jahitan. Setelah memastikan kondisi korban selamat, pihak terkait langsung melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut.

“Ada tiga luka sobek yang kita temukan di badan korban dengan kondisi luka yang cukup parah. Beruntung nyawanya bisa diselamatkan setelah ditangani secara intensif di RSUD Asy Syifa,” sebutnya.

Dijelaskannya, kasus ini berawal dari cekcok antara korban dan pelaku di salah satu tempat hiburan malam di Kecamatan Maluk. Informasinya cekcok itu terjadi karena berebut pemandu lagu yang bertugas melayani para pengunjung tempat hiburan tersebut. Pelaku yang marah dengan sikap korban ini, akhirnya pulang.

Ternyata, kepulangan pelaku ini bukan tanpa misi kembali. Pelaku justru menunggu korban pulang dari kafe. Setelah melihat korban keluar dari tempat tersebut, pelaku yang sudah terbawa emosi langsung menyerang korban dengan sebilah parang yang telah disiapkan.

Setelah korban tidak berdaya, pelaku langsung pergi meninggalkan tubuh koran yang telah bersimbah darah. “Informasinya kasus ini berawal dari rebutan partner song (pemandu lagu) di salah satu kafe di Kecamatan Maluk. Karena tidak terima dengan gelagat korban, akhirnya tersangka ini langsung menghujamkan parang yang sudah disiapkan,” tandasnya. (ils)