Rebut Kemenangan Pilkada, Gerindra Minta Paslonnya Jauhi Politik Uang

H. Ridwan Hidayat. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Partai Gerindra NTB telah berkomitmen mengawal proses pelaksanaan Pilkada berlangsung secara demokratis. Gerindra tidak mentoleransi cara-cara curang untuk memenangkan kontestasi politik Pilkada serentak 2020. Demikian ditegaskan Ketua DPD Partai Gerindra NTB, H. Ridwan Hidayat kepada Suara NTB, Jumat, 15 Oktober 2020.

Komitmen tersebut juga lebih ditekankan kepada pasangan calon yang mereka usung di tujuh daerah kabupaten/kota. “Kita mengharapkan pelaksanaan pilkada serentak 2020 ini berlangsung dengan demokratis, tidak curang. Calon-calon Gerindra kita sudah ingatkan untuk tidak curang, tapi meraih kemenangan dengan terhormat,” ujar Ridwan.

Iklan

Salah satu yang menjadi atensi Gerindra di Pilkada serentak 2020 ini adalah penggunaan politik uang. Banyak pihak memprediksikan salah satu konsekuensi Pilkada digelar di tengah pandemi Covid-19 ini adalah ancaman politik uang. “Ya kita akui bahwa praktik politik transaksional itu masih terjadi secara nasional, juga di NTB. Tapi kita sudah ingatkan calon-calon kami hindari politik uang. Kita ingin bertanding gentleman,” tegas Ridwan yang juga Ketua Komisi II DPRD NTB itu.

Selain itu, Gerindra juga memastikan supaya penyelenggara pemilu, baik KPU dan Bawaslu untuk memastikan juga bahwa proses Pilkada serentak 2020 bebas dari praktik politik uang. Tentu dengan meningkatkan profesionalisme kerja mereka. “Itu tugas dari penyelenggara juga, khususnya Bawaslu supaya tegas ambil tindakan hukum bagi siapapun yang melanggar,” tegasnya.

Dimasa kampanye ini, Gerindra juga tidak hanya sekedar mensosialisasikan program kerja, visi dan misi paslon. Tetapi selalu juga diselipkan seruan kepada masyarakat untuk menolak politik uang dan segala bentuk kecurangan lainnya. “Kita juga meyakinkan masyarakat supaya tidak berpikir pragmatis dan transaksional di Pilkada ini. Kita langsung katakan, apa butuh sesaat atau jangka panjang,” pungkasnya. (ndi)