Realokasi Anggaran, Semangat Tak Boleh Kendor

TGH. Mujiburrahman. (Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Pengalihan atau refocusing anggaran yang terjadi di Kota Mataram ditekankan bukan menjadi alasan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk tidak mengerjakan program-program yang telah disiapkan secara maksimal. Wakil Walikota Mataram, TGH. Mujiburrahman, menyebut kondisi saat ini bukan menjadi alasan masing-masing dinas tidak berusaha maksimal memenuhi target kerja masing-masing.

“Refocusing tidak boleh membuat kita kurang bersemangat. Itu (anggaran yang dialihkan, Red) cuma 25 persen dari total keseluruhan; masih ada 75 persen sisanya. Ini hanya terjadi dua tahun terakhir, tahun-tahun sebelumnya tidak. Jadi jangan kita hanya pikirkan yang refocusing saja, tapi kita pikirkan yang dulu-dulu juga,” ujarnya, Senin, 15 Maret 2021.

Iklan

Menurut Mujib, seluruh komponen pemerintahan harus tetap menunjukkan optimisme kerja. Terlebih jumlah anggaran yang disiapkan dinilai masih lebih besar ketimbang anggaran yang dialihkan untuk penanganan pandemi corona virus disease (Covid-19) yang masih berlangsung.

“Masa sulit ini masyarakat kita saja tetap optimis dan tetap bergerak. Kita harus menunjukkan hal yang sama sebagai pemerintah,” jelasnya. Diterangkan, berdasarkan inspeksi yang telah dilakukan di beberapa kantor OPD refocusing memang disiratkan akan mengganggu kerja perangkat daerah.

Kendati demikian, Mujib menyebut hal tersebut bukan menjadi alasan utama untuk tidak melaksanakan berbagai program yang disusun untuk 2021. “Kalau orang masih tekun melaksanakan shalat, dengan shalat yang baik, Insya Allah terhindar dari sifat suka mengeluh. Karena itu kita dorong supaya (OPD) tetap bersemangat. Kita masih bisa bergerak dengan kemampuan yang ada. Maksimal atau tidak maksimal hasilnya itu relatif, yang penting semangat ini tidak boleh kendor,” ujarnya.

Untuk APBD 2021 Pemkot Mataram mencanangkan refocusing anggaran mencapai Rp165 miliar. Anggaran yang dialihkan memang lebih besar dari periode 2020 yang hanya mencapai Rp140 miliar. Seluruh anggaran tersebut ditujukan untuk penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi masyarakat.

25 persen total APBD yang dialihkan tersebut terutama menyasar dana alokasi umum (DAU) dan dana insentif daerah (DID). Untuk mendukung penangana pandemi tersebut, Pemkot Mataram juga menyiapkan anggaran untuk belanja tidak terduga (BTT) untuk 2021 sekitar Rp10 miliar. “Jadi kita semua bergerak saja dengan maksimal. Optimalkan anggaran yang ada sekarang ini,” tandas Mujib. (bay)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional