Realokasi Anggaran Sasar Belanja Program Tak Strategis

H. Baehaqi (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Sekda Lombok Barat (Lobar), Dr. H. Baehaqi mengatakan, pihaknya tengah melakukan penyisiran terhadap anggaran yang akan direalokasi (refocusing). Sesuai Peraturan dari pemerintah pusat, pemkab harus merefocusing sebesar 8 persen anggaran atau Rp59 miliar. Untuk penyisiran anggaran ini akan menyasar program yang tidak strategis di OPD yang sumber anggarannya dari DAU atau lainnya.

Sekda mengatakan, terkait refocusing yang dimandatorikan oleh peraturan Menteri Keuangan (PMK) awalnya sebesar 4 persen. Namun dari Mendagri, diminta melakukan Refocusing 8 persen dari DAU. Jika dari DAU tidak cukup, maka diarahkan refocusing dari DBH, kemudian kalau dari DBH tidak ada, maka dapat dilakukan dari Pendapatan umum APBD. “Kalau melihat total DAU kita sekitar Rp700 miliar lebih, maka kita akan mencari (Refocusing) sekitar Rp59 miliar. Tim TAPD sudah bekerja (menyisir),” jelas dia, Jum’at, 26 Februari 2021.

Iklan

“Kemudian juga yang direfocusing tentu program-program yang tidak strategis,” jelas dia. Karena itulah dalam refocusing ini tidak bisa bekerja secara parsial, namun bekerja dulu di tingkat TAPD lalu dikomunikasikan dengan seluruh TAPD. Kemudian dilaporkan ke bupati.

Dari anggaran refocusing Rp59 miliar ini akan dipakai untuk pelaksanaan vaksinasi mulai dari penyimpanan Vaksin, insentif nakes, pengawalan dan dampak dari hasil Vaksin. “Jadi mandatori dari PMK ini adalah untuk vaksin, bukan untuk yang lain,” jelas dia. Karena banyaknya anggaran yang direfocusing untuk vaksin ini maka pihaknya memadukan dengan OPD terkait. Pihaknya meminta kepada OPD terkait dalam hal ini Dikes untuk membuat perencanaan rencana aksi dan plafon anggaran untuk vaksin ini, mulai dari kebutuhan penyimpanan sampai operasional. “Karena itu saya minta terkait vaksin ini untuk kebutuhan selama satu tahun,” jelas dia.

Dijelaskan, rencana aksi ini harus dibuat segera oleh Dikes karena pelaksanaan vaksinasi direncakan awal bulan Maret ini. Ia menambahkan, untuk penanganan covid-19 sendiri, Pemda Sudah menyiapkan dana Rp5 Miliar, sedangkan untuk penanganan non covid-19 (bencana) Rp2 miliar. (her)

Advertisement filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional