Realokasi Anggaran Rp165 Miliar, Dana Penanganan Sampah Tidak Diganggu

H. Mohan Roliskana. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Mataram telah menjadwalkan untuk realokasi atau refocusing anggaran sekitar Rp165 miliar. Anggaran di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) akan disisir. Khusus program penanganan sampah dan pelayanan publik tidak boleh diganggu.

Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana menyampaikan, refocusing anggaran mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 17 Tahun 2021. Dana transfer ke daerah harus difokuskan untuk penanganan pandemi Covid-19. Kebijakan realokasi anggaran dimaksudkan agar pemerintah daerah tidak memiliki alasan tidak tersedianya anggaran untuk pencegahan dan penanganan bencana non alam pandemi Covid-19.

Iklan

Dari struktur dana alokasi umum (DAU) ditransfer 20 persennya untuk jaminan sosial,1 5 persen pemberdayaan masyarakat dan 60 persen penanganan Covid-19. “Jadi ndak ada alasan lagi kita mengatakan tidak tersedia anggaran,” jelas Mohan.

Sekretaris daerah selaku ketua TAPD, kata Mohan, sedang menyiapkan skenario untuk merefocusing anggaran masing – masing dinas. Oleh karena itu, pimpinan OPD perlu menahan diri dan berhemat karena anggaran difokuskan untuk penanganan virus corona.

Mohan mengingatkan, khusus pelayanan publik dan penanganan sampah tidak boleh diganggu gugat. Penanganan sampah dan peningkatan pelayanan publik menjadi prioritas yang harus beriringan. “Khusus anggaran penanganan sampah dan pelayanan publik tidak boleh diganggu,” pesanya.

Asisten II Setda Kota Mataram, Ir. H. Mahmuddin Tura menambahkan, rencana refocusing anggaran tidak menutup kemungkinan bisa bertambah dari skenario awal Rp165 miliar. Perhitungan anggaran itu belum termasuk program jaring pengaman sosial. “Refocusing anggaran tahun ini lebih besar dibandingkan tahun lalu hanya Rp140 miliar,” tambah Mahmuddin.

Selain bersumber dari DAU, refocusing anggaran juga dari dana insentif daerah. Mahmuddin tidak menyebutkan detail dana transfer pusat tersebut. Sebab, pihaknya akan membahas bersama pimpinan OPD pada Kamis, 4 Maret 2021.

Dijelaskan, sistem refocusing anggaran tidak lagi masuk bantuan tidak terduga, tetapi revisi berjalan. Bantuan tidak terduga yang siapkan Rp10 miliar. Anggaran itu sudah termasuk pembiayaan pengadaan vaksin Rp7,7 miliar untuk 11 puskesmas di Kota Mataram. “Ada amanat untuk mengalokasikan Rp700 juta untuk pengadaan vaksin di puskesmas. Nanti sisa Rp2,3 miliar itu untuk kegiatan lainnya,” demikian katanya. (cem)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional