Realisasikan Rusunawa dan Prioritas Penegerian Jika Moratorium Dibuka 

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Wakil Presiden RI, H. M. Jusuf Kalla, menjawab langsung harapan pihak Universitas Samawa (UNSA) soal realisasi pembangunan rusunawa. Serta, upaya penegerian UNSA jika memang nantinya pemerintah membuka kembali moratorium PTN yang kini sedang diberlakukan.

Dalam kunjungan ke UNSA, Wapres yang disambut Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah menyampaikan bahwa Pemerintah mempunyai kewajiban meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan. Alokasi sebesar 20 persen anggaran diarahkan untuk pendidikan nasional. Termasuk keberadaan Perguruan Tinggi baik Negeri maupun Swasta yang cukup banyak di Indonesia.

Iklan

Alokasi yang cukup tinggi itu harus dibagi secara merata untuk 250 Juta lebih penduduk negara ini. Makanya, pemerintah mengambil kebijakan moratorium penegerian universitas. Termasuk usulan penegerian Universitas Samawa (UNSA). Moratorium dilakukan sembari menata PTN yang ada. Sebab, apabila diperbanyak, maka dikhawatirkan tidak bisa bersaing secara kualitas. Bahkan Wapres mencatat ada sekitar 100 lebih PTS yang mengantri usulan penegeriannya.

“Tetapi kalau nanti pertumbuhannya cukup baik, maka akan dibuka moratorium dan kita akan seleksi PTS mana yang prioritas.  Saya yakin UNSA akan menjadi yang awal kalau moratorium dibuka. Tentu harus dilengkapi dengan sarana yang lebih baik,” tandas JK, menanggapi harapan penegerian UNSA saat memberikan kuliah umum, Rabu (20/7/2016) yang diikuti mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi di Sumbawa.

Untuk saat ini, UNSA diminta tetap membangun kualitas. Sebab mutu PTS tidak mutlak lebih rendah dari PTN. Bahkan di negara maju seperti Amerika, banyak PTS yang bahkan kualitasnya melampaui PTN. Di Indonesia pun banyak PTS yang mampu bersaing dengan kampus negeri. Jadi, saat ini PTS tidak perlu merasa rendah diri. Sudah menjadi tugas pemerintah untuk terus membantu PTS. Komponen lain seperti pengusaha pun juga akan ikut membantu.

“Saya ingin memperkenalkan, Komisaris MEDC pemilik baru Newmont, H. M. Lutfi. Tugasnya juga ikut meningkatkan mutu pendidikan di Sumbawa sesuai kemampuan dan anggarannya,” tandas JK yang dijawab siap secara spontan oleh pengusaha nasional tersebut.

Selain itu, Wapres juga langsung memerintahkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPera) yang ikut dalam rombongan untuk merealisasikan pembangunan Rusunawa di kampus UNSA. Termasuk kepada MenPAN RB untuk memprioritaskan tes PNS bagi dosen UNSA jika nantinya dilakukan penegerian.

Rektor UNSA, Prof. Dr. Syaifuddin Iskandar, menyampaikan secara langsung harapan kepada Wapres, terkait usulan penegerian UNSA yang sudah dilakukan sejak 2012 lalu. Namun belum jelas nasibnya apalagi setelah pusat menerapkan moratorium PTN.

“Kami sempat terkejut dengan keluarnya moratorium. Namun kami tetap bersemangat dengan harapan mendapat respon dari pemerintah. Semoga di masa pemerintahan Jokowi JK bisa menorehkan sejarah Pulau Sumbawa bisa memiliki PTN, sama seperti daerah Kepulauan lainnya di Indonesia,” katanya.

Selain itu, Rektor juga mengulas soal realisasi dan janji Kementerian PUPR yang akan membangun Rusunawa di UNSA.  Titipan serupa untuk pembangunan Rusunawa juga disampaikan enam PTS lainnya di Sumbawa yang ikut hadir pada Kuliah Umum Wapres di UNSA.

“Audiensi peserta yang kita undang hari ini, disamping pimpinan UNSA, kami juga undang semua PTS di Sumbawa, seperti UTS, IISBUD, Akper, Stikes, Akper, STKIP Hamzanwadi dan lainnya.”

Pada kesempatan tersebut, Wapres juga sempat menyampaikan kuliah umum tentang kewirausahaan. Berdialog dan tanya jawab dengan para dosen dan mahasiswa. Ikut mendampingi Wapres, Prof. Dr. Din Syamsuddin beserta dua Manteri Kabinet Kerja, MenPUPera, Dr. Ir. Mochammad Basoeki Hadimoeljono, Men PAN RB, Yudhi Chrisnandi. Kemudian  Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, Bupati Sumbawa, H. M. Husni Djibril, B.Sc, dan Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah, Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, Wakil Ketua DPD RI, Farouk Muhammad dan pejabat lainnya. (arn/ind/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here