Realisasi Tembus Rp4,02 Triliun

Sudarmanto (Suara NTB/nas)

UNTUK memulihkan ekonomi di tengah pandemi Covid-19, Pemerintah Pusat menggelontorkan anggaran yang cukup besar untuk NTB dalam bentuk Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) NTB mencatat, sampai pertengahan November 2021, Pemerintah Pusat telah merealisasikan dana PEN sebesar Rp4,02 triliun di NTB.

Kepala Kanwil DJPB NTB, Sudarmanto, S.E., M.M., dikonfirmasi Kamis, 2 Desember 2021 menyebutkan realisasi PEN di NTB telah menembus Rp4,02 triliun sampai 11 November 2021. Realisasi dana PEN terbesar di NTB adalah untuk program perlindungan sosial (Perlinsos) mencapai Rp2,49 triliun.

Iklan

Kemudian disusul dana PEN untuk dukungan UMKM dan korporasi sebesar Rp523,94 miliar. Selanjutnya realisasi dana PEN untuk program prioritas sebesar Rp505,36 miliar dan realisasi dana PEN untuk bidang kesehatan sebesar Rp495,6 miliar.

Sudarmanto merincikan realisasi PEN untuk Perlinsos di NTB. Antara lain, program keluarga harapan sebesar Rp551,47 miliar untuk 775.825 keluarga penerima manfaat (KPM). Kemudian program sembako Rp765,01 miliar kepada 3,82 juta KPM, bantuan sosial tunai Rp299,41 miliar kepada 998.022 KPM, kartu prakerja Rp423,53 miliar kepada 119.306 peserta.

Selanjutnya, BLT Desa Rp305,73 miliar kepada 1,01 juta KPM, subsidi internet Rp27,44 miliar kepada 320.324 orang, diskon listrik Rp106,4+ miliar kepada 867.175 pelanggan dan bantuan subsidi upah Rp18,09 miliar kepada 18.092 penerima.

Sedangkan realisasi PEN untuk bidang kesehatan yaitu pembayaran klaim rumah sakit sebesar Rp458,18 miliar untuk penanganan 6.128 pasien Covid-19 dan insentif tenaga kesehatan sebesar Rp37,42 miliar kepada 5.965 nakes.

Sementara realisasi dana PEN untuk program prioritas di NTB, antara lain padat karya PUPR sebesar Rp459,32 miliar, padat karya Kemenhub Rp5,28 miliar, padat karya Kementan Rp10,76 miliar, food estate Kementan Rp22,94 miliar dan ketahanan pangan ATR/BPN Rp7,06 miliar. Selain itu, realisasi dana PEN untuk bantuan usaha mikro sebesar Rp523,94 miliar. (nas)

Advertisement