Realisasi Pembentukan Pokmas Tak Capai Target

Sekda NTB, H. Rosiady H. Sayuti (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pembentukan kelompok masyarakat (Pokmas) masih lamban. Dari target 2.500 Pokmas terbentuk sampai akhir November lalu, sekarang baru terbentuk 1.149 Pokmas.

Sekda NTB, Ir. H. Rosiady H. Sayuti, M. Sc, Ph.D usai rapat pimpinan (Rapim), 26 November lalu mengatakan bahwa pembentukan Pokmas akan dipercepat. Sampai akhir November, sebanyak 2.500 Pokmas ditargetkan dapat  terbentuk.

Iklan

Namun, berdasarkan data Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi NTB, per 1 Desember 2018, Pokmas yang terbentuk baru 1.149 Pokmas dengan jumlah 13.830 KK.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB, Tri Budiprayitno, SP, M.Si yang dikonfirmasi kemarin mengatakan sebanyak 1.149 Pokmas yang terbentuk tersebut tersebar di tujuh kabupaten/kota terdampak gempa.

Ia menyebutkan, untuk Lombok Barat telah terbentuk 127 Pokmas dengan jumlah anggota 1.667 KK, Lombok Tengah 70 Pokmas dengan jumlah anggota 684 KK, Lombok Timur 214 Pokmas dengan jumlah anggota 2.541 KK.

Selanjutnya, Lombok Utara 330 Pokmas dengan jumlah anggota 4.087 KK, Kota Mataram 111 Pokmas dengan jumlah anggota 1.454 KK, Sumbawa 104 Pokmas dengan jumlah anggota 1.316 KK dan Sumbawa Barat 193 Pokmas dengan jumlah anggota 2.081 KK.

Ditambahkan, dari 1.149 Pokmas yang telah terbentuk, baru 880 Pokmas atau 10.568 KK yang telah di – SK- kan bupati/walikota. Kemudian baru 763 Pokmas atau 7.565 KK yang sudah ada rekeningnya. Sedangkan rekening Pokmas yang sudah terisi sebanyak 433 Pokmas atau 4.606 KK.

Sebelumnya, Sekda NTB, Ir. H. Rosiady H. Sayuti, M. Sc, Ph.D mengatakan pascaditariknya personel TNI dari NTB, Pemprov kemudian membentuk Satgas Transisi Menuju Pemulihan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Gempa NTB.

Satgas yang dibentuk Pemprov tersebut dikomandoi oleh Sekda NTB. Sedangkan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah bertindak sebagai Penanggung Jawab. Sementara Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc selaku pengarah.

Satgas yang dibentuk Pemprov NTB tersebut akan di-back up oleh pasukan TNI yang masih berada di NTB. Pasukan TNI yang masih berada di NTB tersebut di bawah komandan Kol. Farid Makruf, MA.

Sekda mengatakan, ditargetkan sebanyak 2.500 Pokmas harus terbentuk sampai akhir November. Pada waktu itu ia mengatakan akan mulai turun dari Sumbawa, Sumbawa Barat dan kabupaten/kota terdampak di Pulau Lombok.

Untuk mempercepat pembangunan Huntap, kata Sekda, Kementerian PUPR sudah memperbanyak alternatif jenis rumah tahan gempa yang dapat dibangun masyarakat. Rumah tahan gempa bukan saja Risha, tetapi juga Riko, Rika dan Risba.

Bahkan, kata Sekda, ada delapan jenis atau model rumah yang boleh dibangun masyarakat. ‘’Ada delapan jenis rumah yang lulus verifikasi Kementerian PUPR,’’ katanya.

Dengan banyaknya pilihan jenis rumah yang dapat dibangun masyarakat, diharapkan pada Maret 2019 sebagian besar rumah korban gempa sudah terbangun. Ia belum dapat memastikan pada Maret 2019 seluruh rumah korban gempa sudah tuntas dibangun. (nas)