Realisasi Keuangan 10 OPD Jauh di Bawah Target

Mataram (Suara NTB) – Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi menginstruksikan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mempercepat realisasi anggaran. Terutama OPD-OPD yang realisasi anggarannya masih jauh di bawah target.

Iklan

Hal tersebut diungkapkan Wakil Gubernur (Wagub) NTB, H. Muh. Amin, SH, M.Si dikonfirmasi di sela-sela jeda Rapat Pimpinan (Rapim) membahas penyerapan anggaran 2017 di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur, Kamis, 12 Oktober 2017 siang kemarin.

‘’Ini terus kita dorong OPD dan ini evaluasi yang kesekian kalinya. OPD diminta segera merealisasikan, itu instruksinya Pak Gubernur,’’ kata Wagub.

Berdasarkan data Biro Administrasi Pengendalian Pembangunan dan Layanan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (APP dan LPBJP) Setda NTB, realisasi fisik dan keuangan APBD-P NTB 2017 sampai 11 Oktober masing-masing sebesar 74,18 persen dan 61,99 persen. Sementara itu, target realisasi fisik dan keuangan sampai 31 Oktober 2017 masing-masing sebesar 88,14 persen dan 88,40 persen.

Dari  45 OPD lingkup Pemprov NTB, realisasi keuangan 10 OPD masuk zona kuning atau masih jauh di bawah target. Kemudian, ada 4 OPD dengan realisasi fisik yang masih jauh di bawah target yang telah ditetapkan.

Ke 10 OPD dengan realisasi keuangan masih rendah tersebut antara lain Biro Hukum, Biro Kesra, Sekretariat DPRD, Dinas Perhubungan, Dinas Pertanian dan Perkebunan, Dinas Penanaman Modal PTSP, DPMPD Dukcapil, BKD, Satpol PP dan Badan Penghubung Daerah.

Meskipun ada 10 OPD yang realisasi keuangan jauh di bawah target, Wagub menyatakan tidak ada yang terlalu parah penyerapan anggarannya. Bahkan, katanya, secara nasional NTB berada pada posisi kedua dengan penerapan anggaran terbaik setelah Jawa Timur.

Persoalan ada beberapa OPD yang serapannya masih berada di bawah target, Wagub menyatakan akan terus digenjot. Ia mencontohkan seperti Biro Kesra yang realisasi keuangannya masih merah. Realisasi keuangan OPD ini merah lantaran mendapatkan tambahan anggaran pada APBD Perubahan.

Kemudian ada kegiatan yang cukup besar yakni MTQ Tingkat Provinsi yang masih belum dilaksanakan karena sudah ada jadwal pelaksanaannya. ‘’Begitu dilaksanakan maka jelas realisasi anggaran akan naik,’’ terangnya.

Amin mengatakan, dalam Rapim tersebut, semua OPD optimis dapat merealisasikan anggaran sesuai dengan target sampai berakhirnya tahun anggaran Desember mendatang. Ia mengatakan, masih ada waktu sekitar dua bulan lebih untuk mengejar target realisasi anggaran.

Disinggung mengenai target serapan anggaran yang tidak pernah tercapai setiap bulan dan triwulan, Wagub menyatakan serapan anggaran dapat dilihat pada akhir tahun. Selama ini, kata Wagub, serapan anggaran selalu mendekati 100 persen pada akhir tahun anggaran. ‘’Target ndak pernah tercapai (tiap bulan). Tapi bisa mencapai target sampai Desember. Artinya, komitmen serta realisasi pada akhir tahun harus 100 persen,’’ tandasnya. (nas)