Realisasi Jembatan Lombok – Sumbawa, Gubernur Tunggu Hasil Studi Kelayakan

H. Zulkieflimansyah (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc., menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) terkait studi kelayakan atau feasibility study (FS) rencana pembangunan jembatan penghubung Lombok – Sumbawa dengan PT. Nabil Surya Persada. Realisasi pembangunan jembatan sepanjang 16,5 km tersebut sangat tergantung dari hasil studi yang dilakukan investor tersebut mulai Januari 2021 mendatang.

‘’Ada ide untuk bikin jembatan Lombok – Sumbawa. Kan nggak mungkin ada investasi, (investor) yang membiayai (konstruksinya) kalau belum ada studi kelayakannya,’’ ujar gubernur dikonfirmasi usai rapat paripurna di DPRD NTB, Rabu, 23 Desember 2020.

Studi kelayakan rencana pembangunan jembatan Lombok – Sumbawa, kata Dr.Zul, sepenuhnya dibiayai oleh investor tersebut. Gubernur mengatakan, rencana pembangunan jembatan Lombok – Sumbawa merupakan proyek yang besar. Sehingga tidak mungkin akan dibiayai lewat dana APBD.

Sehingga, ada konsultan atau investor yang mau melakukan studi kelayakan. Hasil studi kelayakan tersebut jika nanti menyatakan pembangunan jembatan Lombok – Sumbawa layak, maka itulah yang akan ‘’dihidangkan’’ ke investor yang berminat membangun konstruksinya.

‘’Kalau mau ‘’dihidangkan’’ pada investor, mesti harus ada feasibility study-nya, layak atau tidak. Kalau memang bisa, berapa biayanya. Sekarang kita ndak bisa berspekulasi bisa atau ndak kalau belum ada studi kelayakannya,’’ tandasnya.

Diketahui, hasil pra studi kelayakan atau pra-FS yang dilakukan konsultan dari Korea, biaya untuk konstruksi pembangunan jembatan Lombok – Sumbawa sebesar Rp850 miliar sampai Rp1 triliun. Dengan panjang jembatan 16,5 km, total biaya konstruksi paling sedikit Rp16,5 triliun. Jika ditambah dengan asesorisnya, maka butuh biaya sekitar Rp20 triliun.

Sebelumnya, Bupati KSB, Dr. Ir. H. W. Musyafirin, MM  menjelaskan bahwa  jembatan Lombok-Sumbawa tersebut rencananya dari Pelabuhan Kayangan – Kertasari. Berdasarkan kajian awal yang dilakukan perusahaan asal Korsel, sebagian besar kedalaman laut di kawasan ini antara 18-20 meter.

Namun di sekitar Selat Alas, pada jarak 400-600 meter, kedalaman lautnya di atas 300 meter. Sesuai hasil pra-FS, ada beberapa opsi yang dibuat. Salah satunya pada area dengan jarak 400-600 meter tersebut dibuat terowongan. Menurutnya, pembangunan jembatan Lombok-Sumbawa ini cukup visibel dari sisi investasi. Tetapi perlu diperdalam lagi dalam FS. (nas)