Realisasi Investasi NTB Tahun Ini Baru Rp6 Triliun

Kepala DPMPTSP NTB, H. L. Gita Ariadi (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB menargetkan realisasi investasi tahun ini sebesar Rp14 triliun. Dari target tersebut, realisasi investasi baru Rp6 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, Drs. H. L. Gita Ariadi, M. Si mengaku optimis target realisasi investasi sebesar Rp14 triliun dapat tercapai hingga akhir Desember mendatang.

Iklan

‘’Sekarang targetnya Rp14 trilun. Saya tetap optimis tercapai. Karena KEK Pariwisata Mandalika mulai melakukan report LKPM (Laporan Kegiatan Penanaman Modal),’’ jelasnya Gita dikonfirmasi, Kamis, 8 November 2018.

Ia menyebutkan, realisasi investasi baru mencapai Rp6 triliun lebih. Realisasi investasi tersebut paling banyak sektor pertambangan, pariwisata, dan perhubungan atau transportasi. Investasi bidang perhubungan itu adalah  pembangunan Pelabuhan Peti Kemas di Gili Mas, Lombok Barat.

Apakah bencana gempa yang mengguncang NTB beberapa waktu lalu berpengaruh terhadap realisasi investasi? Gita mengatakan, tidak berpengaruh. Ia mengatakan, investasi beda dengan wisatawan.

Ketika bencana terjadi, maka angka kunjungan wisatawan akan berpengaruh. Tetapi untuk investasi, prosesnya lama. ‘’Mereka (investor) sudah mengkaji. Mereka ada yang menyusun DED, macam-macam tahapannya,’’ terangnya.

Dampak dari bencana gempa beberapa waktu lalu, investor  melakukan reschedule kegiatan investasinya. Mereka  mereview kembali rencana investasinya atau melakukan pelambatan.

Pada  2017 realisasi investasi di NTB tercapai Rp11,28 triliun.  Dengan laju investasi naik sebesar 13,95 persen dari tahun 2016. Capaian investasi tahun 2017 sebesar Rp11,28 triliun dengan rincian  Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) nilainya sebesar Rp9,075 triliun.

Terbagi Rp284, 6 miliar untuk sektor pariwisata, Rp161,8 miliar untuk sektor perdagangan, Rp8 triliun untuk sektor pertambangan energi dan kelistrikan serta Rp125,3 miliar untuk investasi industri dan Rp244,6 untuk jasa-jasa lainnya.

Sementara untuk investasi Penanaman Modal Asing (PMA), tercatat nilainya mencapai Rp2,2 triliun. Terbagi untuk sektor pariwisata Rp1,4 triliun, Rp37,9 miliar untuk sektor pedagangan, Rp63 miliar untuk sektor perikanan. Kemudian Rp146,8 milir untuk sektor pertambangan dan energi, Rp12,8 miliar untuk sektor industry dan Rp509,7 miliar untuk jasa-jasa lainnya.

Realisasi investasi PMA tahun 2017 terbagi ke masing-masing kabupaten/kota di NTB. Sebarannya, Rp383,8 miliar di Kota Mataram,  Rp622,2 miliar dai Lombok Utara, Rp723,9 miliar di Lombok Barat, Rp224 miliar di Lombok Tengah. Kemudian Rp167,6 miliar di Lombok Timur, Rp24 miliar di Sumbawa Barat, Rp49,3 miliar di Sumbawa, Rp3,6 miliar di Dompu, Rp6,3 miliar di Bima dan Rp3,9 miliar di Kota Bima.

Sementara realisasi investasi PMDN tahun 2017 sebesar  Rp9 triliun. Tersebar Rp359,2 miliar di Kota Mataram. Rp5,6 miliar di Lombok Utara. Rp1,8 triliun di Lombok Barat. Rp3,9 miliar di Lombok Tengah. Rp798 juta di Lombok Timur, Rp6,6 triliun di Sumbawa Barat dan Rp177,7 miliar di Sumbawa. (nas)