Realisasi Dana Pemulihan Ekonomi Nasional di NTB Baru Rp2,18 Triliun

Syarwan (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi atau penyaluran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di NTB mencapai Rp2,18 triliun hingga Agustus 2020 lalu. Kemenkeu mendorong agar percepatan realisasi program PEN sebagai upaya untuk memulihkan ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

 

Iklan

Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) NTB, Syarwan, S.E, M.M, Kamis, 3 September2020 sore mengatakan, ada 10 jenis program PEN. Yaitu, bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), kartu sembako, bansos tunai, kartu prakerja, insentif  tenaga kesehatan (nakes), BLT Dana Desa, subsidi tambahan bunga, insentif pajak, Bantuan Bagi Pelaku Usaha Mikro, dan klaim biaya perawatan pasien Covid-19.

 

Syarwan menyebutkan, untuk PKH sudah disalurkan sebesar Rp900,64 miliar kepada 349.963 keluarga penerima manfaat. Kemudian program kartu sembako sudah disalurkan sebesar Rp785,20 miliar kepada 563.600 keluarga penerima manfaat.

 

Untuk program kartu prakerja sudah disalurkan sebesar Rp85,89 miliar kepada 8.444 orang. Sementara, insentif nakes baru disalurkan sebesar Rp2,59 miliar kepada 536 orang. Sedangkan untuk BLT Dana Desa, sudah disalurkan sebesar Rp368,99 miliar kepada 206.267 keluarga penerima manfaat.

 

Selain itu, kata Syarwan, untuk program subsidi tambahan bunga sudah tersalurkan sebesar Rp23,08 miliar kepada 77.536 nasabah. Untuk program bantuan bagi pelaku usaha mikro sudah diberikan kepada 5.722 orang dan klaim biaya perawatan pasien Covid-19 sebesar Rp21,7 miliar. Sementara, program bansos tunai dan insentif pajak masih nol. (nas)