Realisasi DAK Fisik Loteng Masih Nol

Bupati Loteng H.L.Pathul Bahri, (tengah) bertemu dengan Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Keuangan Negara Provinsi NTB (dua kiri) guna membahas serapan anggaran pusat di Loteng di kantor Bupati Loteng, Rabu , 28 April 2021. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Pemerintah pusat mengalokasikan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik sebesar Rp 228 miliar untuk Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) pada tahun 2021 ini. Hanya saja, hingga akhir triwulan pertama ini realiasi penyaluran DAK fisik tercatat masih nol. Belum selesainya proses lelang serta kelengkapan administrasi oleh Pemkab Loteng jadi kendala utamanya.

Hal itu diungkapkan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal (Ditjen) Perbendaharaan Keuangan Negara Provinsi NTB, Sudarmanto saat audiensi dengan Bupati Loteng, H. L. Pathul Bahri, S.I.P., di kantor Bupati Loteng, Rabu, 28 April 2021.

Iklan

Diakuinya, secara umum, serapan anggaran pusat di Loteng cukup baik, yakni sudah mencapai sekitar 16,17 persen atau Rp 155,2 miliar.  Capaian serapan tersebut sedikit di atas target pusat yakni 15 persen dan lebih baik dari capaian pada periode yang sama tahun 2020 lalu. “Hanya saja yang menjadi catatan terkait serapan DAK fisik yang masih belum ada penyaluran sama sekali,” sebutnya.

Untuk itu, pihaknya mendorong Pemkab Loteng bisa melakukan akselerasi untuk mempercepat serapan DAK fisik. Supaya manfaat anggaran pusat tersebut bisa segera dirasakan oleh masyarakat di daerah ini sekaligus bisa membantu mendorong pergerakan ekonomi Loteng. “Hari ini (Rabu kemarin, red) kita datang untuk koordinasi dengan Bupati Loteng bagaimana bisa melakukan percepatan serapan anggaran pusat di Loteng. Baik itu DAK fisik maupun Dana Desa (DD),” terangnya.

Ia mengatakan, Loteng sendiri total mendapat dana pusat sebesar Rp 960 miliar dengan rincian belanja pegawai, barang dan modal sebesar Rp 520,9 miliar. Sedangkan untuk Transfer ke Daerah dan Desa (TKDD) sebesar Rp 439 miliar. Untuk belanja pemerintah sudah terserap Rp 92,5 miliar atau 17,7 persen. Adapun untuk DD realisasi serapannya sudah 14,7 persen atau sekitar Rp 64,8 miliar dari total TKDD. Atau sekitar 30,7 persen dari total DD yang diterima sebesar Rp 210 miliar.  “Jadi yang perlu lebih dipacu sekarang yakni serapan DAK fisiknya,” imbuhnya.

Dalam hal ini, Pemkab Loteng perlu mempercepat laporan realisasi dan capaian ouput, percepatan penyelesaian kontrak serta review APIP yang sampai saat ini belum selesai.

Terkait hal tersebut, Bupati Loteng, H.L. Pathul Bahri, S.IP., menegaskan pihaknya akan berupaya maksimal mengejar target yang ada. Khususnya untuk serapan DAK fisik secepatnya akan diupayakan bisa cepat ada realisasi. “Kemarin kita agak terlambat, karena ada proses refocusing anggaran. Tapi sekarang refocusing sudah selesai, jadi kita bisa lakukan percepatan kembali,” ujarnya.

Secara khusus, Pemkab Loteng menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan pemerintah pusat dalam hal ini Kanwil Ditjen Perbendaharaan Keuangan Negara Provinsi NTB, yang telah ikut memberikan dorongan semangat kepada Pemkab Loteng, sehingga Pemkab Loteng bisa bekerja lebih maksimal lagi ke depan. (kir)

Advertisementfiling laporan pajak ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional