‘’Re-engineering’’ SMK, Ikhtiar Mewujudkan Industrialisasi di NTB

H. Aidy Furqan (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Mimpi besar industrialisasi di NTB di bawah kepemimpinan Gubernur Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, dipersiapkan dengan matang dan melibatkan berbagai pihak. Salah satunya tecermin dalam program unggulan re-engineering Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang diampu oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi NTB.

’Re-engineering SMK merupakan upaya Pemprov NTB dalam ‘’mengawinkan’’ kurikulum di SMK dengan kebutuhan pasar dan dunia industri yang tengah menggeliat. Maksudnya di dalam kurikulum SMK harus dimasukan pembelajaran terkait pangsa pasar. Kita lihat trend dunia industri saat ini apa,’’ ujar Kepala Dinas Dikbud NTB, Dr. H. Aidy Furqan, M.Pd, Kamis, 5 November 2020.

Iklan

Kadis Dikbud yang baru menjabat sejak Januari 2020, mengambil contoh Kompetensi Keahlian Tata Boga di SMK. Siswa tak hanya diajarkan cara memasak tapi juga diajarkan pemasaran online yang tengah hits belakangan ini.

‘’Program Keahlian Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian di SMKN 1 Sakra menjadi salah satu contoh keberhasilan program ini. Guru dan siswa berjibaku dengan penuh semangat membuat aneka manisan, bubuk penyedap rasa, dan aneka roti dari hasil pertanian. SMK ini bisa memproduksi 252 biji roti dengan mengahabiskan 6 kg tepung setiap harinya dan akan terus dikembangkan sesuai kebutuhan pasar,’’ ujarnya.

‘’Omsetnya paling rendah Rp10 juta perbulan. Usaha tersebut bahkan menyerap langsung tenaga kerja dari siswa-siswi di SMK tersebut,’’ tambah Aidy. Hal ini yang diharapkan dengan adanya program unggulan re-engineering SMK ini, siswa-siswi tak hanya dibekali dengan keterampilan tapi juga dengan kemampuan menciptakan sesuatu dan memasarkannya.

Karena itu dalam re-engineering SMK, model pembelajaran yang digunakan tak lagi konvensional. Namun kini dengan pendekatan project based learning dan production based learning. Peserta didik melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, sintesis dan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar.

Hasilnya pun bisa dilihat langsung. Sejak Januari lalu sampai saat ini sudah ada 17 penemuan yang dihasilkan oleh anak-anak SMK yang mengharumkan nama daerah. Dari motor listrik, sepeda listrik, bak sampah cerdas, cold storage, hingga penyulingan air laut menjadi air mineral, dan masih banyak lagi. Semua penemuan yang tersebar di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa ini rencananya akan dipamerkan pada Gebyar SMK dan Pekan Kebudayaan Daerah NTB pada akhir November ini.

Hingga saat ini lanjut Kadis Dikbud, ada sembilan SMA telah dialihfungsikan menjadi SMK dan dua SMK dialihfungsikan menjadi SMA sebagai tindak lanjut penyesuaian dan relevansi SMK dengan kebutuhan industri dan lapangan pekerjaan saat ini. Bahkan tahun depan, akan dibuka SMK Negeri di Sembalun Lombok Timur dengan dua keahlian unggulan, yaitu Bidang Keahlian Pariwisata dan Bidang Keahlian Teknologi dan Rekayasa.

Kabar baiknya lagi kata Aidy, SMKN Sembalun ini akan menjadi satu-satunya SMK di Provinsi NTB yang memiliki Program Keahlian Teknik Geomatika dan Geospasial.

’Re-engineering SMK ini merupakan salah satu ikhtiar kita untuk memajukan pendidikan di NTB dan mendukung program industrilialisasi NTB,’’ pungkasnya. (r)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional