Razia Swalayan, Ditemukan Produk Makanan dan Minuman Tak Layak Jual

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Fathurrahman dan Kepala BPOM memeriksa produk makanan dan minuman yang dipajang di swalayan, sekaligus memusnahkan produk kedaluwarsa. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Tim terpadu  pengawasan barang beredar dua hari melakuan razia ke sejumlah toko swalayan yang ada di Kota Mataram. Hasilnya, masih dijumpai penjualan produk makanan dan minuman yang seharusnya tak layak dijual. Disejumlah toko swalayan, makanan dan minuman ditemukan kedaluwarsa.

Ada juga yang ditemukan dengan kemasan penyok yang dikhawatirkan isinya mengancam kesehatan konsumen. Razia dilakukan dua hari, 27 dan 28 Juli 2020.

Iklan

Tim terpadu ini terdiri dari Dinas Perdagangan Provinsi NTB, BBPOM Mataram, Reskrimsus Polda NTB, Satpol PP Provinsi NTB, dan Dinas Perdagangan Kota Mataram. Sidak juga dilakukan untuk memastikan penerapan protokol Covid-19 di tempat-tempat perbelanjaan.

Razia ini dilaksanakan langsung oleh Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Drs. H. Fathurrahman, M. Si dan beberapa Kepala Bidang. Diantaranya Kepala Bidang Pengawasan, Haryono, Kepala Bidang Perlindungan Konsumen, Taufik Rahman. Kepala BPOM Mataram, Drs. Zulkifli, Apt dan jajaran dan stakeholders lainnya. Terhadap temuan tersebut, dilakukan penyisihan, produk-produk yang tidak layak dijual diminta retur (ditarik) dan dikembalikan kepada produsennya.

Sementara produk yang sudah kedaluwarsa dimusnahkan langsung. Disaksikan bersama-sama. Penanggungjawab swalayan juga membuat dan menandatangani pernyataan  untuk tidak lagi menjual produk pangan dan minuman tidak layak jual (kemasan rusak, penyok dan kedaluwarsa). Selain itu, ditegaskan juga pengusaha harus menerapkan protokol covid 19 seperti  penyiapan tempat cuci tangan, wajib memakai masker serta jaga jarak.

Lalu yang ditekankan lainnya adalah pengusaha diminta melengkapi upaya pencegahan virus corona dengan memasang tirai plastik antara kasir dan konsumen. Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Fathurrahman mengatakan, razia yang dilakukan untuk memastikan kembali produk-produk yang dijual dipasaran dalam keadaan baik. Kekhawatiran pemerintah adalah, karena pandemi Covid-19 yang mengakibatkan menurunnya tingkat aktivitas orang, dikhawatirkan ada kelalain penanggungjawab swalayan terhadap pengawasan produk-produk yang dijajakan. Sehingga berpotensi mengancam kesehatan, bahkan keselamatan jiwa konsumen.

“Kita masih berikan peringatan  dan pembinaan. Kalau ada ditemukan produk tak layak jual, konsumen bisa mengadu ke BPSK (Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen). Nanti di sana akan ditetapkan jika ada pihak-pihak yang dinyatakan lalai dan bersalah, sanksinya ada,” kata mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTB ini.

Kenormalan baru telah diberlakukan. Pengawasan ini menurut kepala dinas akan terus dilanjutkan untuk memastikan pelaksanaan jaminan keamanan kepada konsumen dan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19. “Kita akan awasi terus dan cek lapangan. Karena corona pengawasan sempat tidak dilakukan. Khawatirnya ada produk yang menumpuk dan tidak diperiksa oleh petugas swalayannya. Jangan sampai fatal bagi konsumen,” demikian kepala dinas. (bul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here