Razia Masker Kembali Digelar

Salah satu pelanggar terjaring razia prokes di Jalan Arya Banjar Getas, Kota Mataram, Kamis (8/4). Melihat masih banyaknya pelanggar, razia serupa akan kembali digencarkan. (Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Razia masker atau penegakan protokol kesehatan (prokes) di Kota Mataram masih berlangsung dan dijadwalkan dapat terlaksana 2-3 kali dalam sepekan. Pasalnya, sejak pertama kali dilakukan pada 14 September 2020 lalu sampai dengan April 2021 masih banyak masyarakat ditemukan melanggar prokes tersebut.

Kabid Tibumtranlinmas Satpol PP Kota Mataram, M. Israk Tantawi Jauhari menyebut razia prokes telah kembali diaktifkan sejak Maret lalu. “Karena kalau kita bilang (jumlah) pelanggaran berkurang tidak juga, jadi tetap saja. Misalnya di pinggiran (Kota Mataram) memang lebih banyak pelanggar. Kalau yang di tengah kota agak sedikit,” ujarnya, Kamis, 8 April 2021.

Iklan

Dalam sekali razia, jumlah pelanggar yang terjaring menurutnya dapat mencapai 30-40 orang. “Ini memang lebih banyak terjaring di pinggiran kota, seperti di jalur lingkar utara dan lingkar selatan. Sebagian besar pelanggarnya juga mengaku lupa memakai masker karena buru-buru,” jelasnya.

Di sisi lain, sebagian besar pelanggar tersebut menurutnya lebih memilih melaksanakan sanksi sosial seperti pembersihan jalan dan fasilitas publik lainnya. Sedangkan yang membayar denda administrasi sebesar Rp100 ribu untuk masyarakat umum dan Rp200 ribu untuk pegawai negeri sipil (PNS) sangat terbatas. “Paling Cuma 5-6 orang yang bayar denda kalau terjaring razia,” ujar Aank, sapaan akrabnya.

Dicontohkan, pada razia prokes yang dilakukan Kamis, 8 April 2021 di Jalan Arya Banjar Getas terjaring 19 orang pelanggar. Dari jumlah tersebut 15 orang memilih menjalani sanksi sosial, sedangkan 4 orang sisanya memilih membayar denda administratif.

Razia prokes juga dikoordinasikan dengan Satpol PP Provinsi NTB. Di mana pembagian jadwal dilakukan antara razia pagi dan razia sore hari. Menurut Aank, beberapa pelanggar yang terjaring razia juga ada yang berasal dari luar Kota Mataram.

“Semisal mahasisa kalau kita cek KTP-nya itu dia dari luar kota. Seringnya buru-buru mau berangkat kuliah dan tidak memakai masker,” ujarnya. Selain razia prokes di jalan, pihaknya juga melakukan pemantauan prokes di tempat-tempat hiburan seperti kafe dan restoran.

Berdasarkan catatan pihaknya, ada beberapa tempat hiburan yang terjaring razia karena melanggar prokes. Di mana masing-masing tempat hiburan tersebut diwajibkan membayar denda Rp500 ribu yang akan masuk menjadi kas daerah.

“Sampai kemarin sudah ada 10 lokasi seperti Lombok Plaza, Kingsman, Rota Coffe, Upnormal, dan lain-lain yang tidak melaksanakan protokol kesehatan. Semisal tempat duduknya tidak diberi tanda silang, dan kapasitas pengunjung dibiarkan lebih dari 50 persen,” jelas Aank.

Khusus untuk razia tempat hiburan pihaknya menjadwalkan razia dapat dilakukan sebulan sekali. “Kalau sampai tempat yang sama terjaring dua kali, kita akan berikan surat peringatan. Kalau sampai tiga kali baru kemudian kita tutup. Tapi sampai sekarang untungnya belum ada yang (terjaring) dua kali,” tandasnya. (bay)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional