Razia Masker Kembali Digalakkan

Razia masker di Jalan Adi Sucipto, Mataram, Selasa, 22 Desember 2020. Razia tersebut menjadi yang pertama digelar pada Desember 2020 setelah cukup lama vakum.(Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Penerapan Perda NTB Nomor 7/2020 dan Perwali Nomor 34/2020 salah satunya dilakukan dengan menggelar razia masker oleh jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Kendati demikian, razia yang ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penerapan protokol kesehatan (prokes) tersebut telah lama vakum.

Kabid Tibumtranlinmas Satpol PP Kota Mataram, M. Israk Tantawi Jauhari, menerangkan sampai dengan Selasa, 22 Desember 2020 Satpol PP Kota Mataram belum menyusun kembali jadawal untuk razia tersebut. “Anggota saya dari Tibumtranlinmas siap bergerak, tapi sekarang tergantung bidang penegakan Pol PP Kota saja,” ujarnya, Selasa, 22 Desember 2020.

Diterangkan, setelah vakum sejak 1 Desember lalu razia masker kembali digelar di Kota Mataram yang pelaksanaannya dimotori oleh Satpol PP NTB. “Kalau dari Pol PP Kota dari menjelang Pilkada sampai hari ini belum ada giat razia lagi,” jelasnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kasatpol PP Kota Mataram, Lalu Martawang, menerangkan proses Pilkada Kota Mataram sebelumnya memang menyita konsentrasi seluruh stakeholder terkait. “Alhamdulillah pemilu sudah sukses kita gelar, dan berikutnya tentu kita akan kembali lagi pada pengakan prokes itu,” ujarnya, Selasa, 22 Desember 2020.

Kendati demikian, pihaknya menyayangkan jika masyarakat justru kendor menerapkan prokes hanya karena razia masker tidak dilaksanakan selama beberapa waktu. Pasalnya, penerapan prokes ditegaskannya justru berfungsi untuk melindungi masing-masing individu dari potensi penularan virus.

“Selalu saya katakan bahwa cara kita melindungi keluarga kita adalah dengan melindungi diri kita sendiri. Salah satunya dengan pakai masker, kemudian jaga jarak, cuci tangan. Jangan sampai kita harus ditegur oleh teman-teman Satpol PP dan kepolisan hanya karena mengabaikan prokes. Virus ini masih ada di sekitar kita, dan saya berharap kita bersama berperan untuk itu semua,” tegas Martawang.

Terpisah, Kasatpol PP NTB, Tri Budi Prayitno, menerangkan razia masker pertama di Kota Mataram telah digelar pihaknya pada Selasa, 22 Desember 2020 di depan lapangan udara Jalan Adi Sucipto, Mataram. “Kita operasi gabungan dengan 7 orang Pol PP NTB, 2 orang dari Bappenda, dan 12 orang dari rekan polisi, dan 8 orang TNI,” ujarnya.

Jumlah pelanggar yang terjaring dari razia perdana di Desember tersebut mencapai 48 orang, dengan rincian 12 orang melaksanakan sanksi administratif dan 34 orang melaksanakan sanksi sosial. Razia masker di Mataram sendiri berdasarkan catatan pihaknya belum pernah dilaksanakan sejak 1-21 Desember. (bay)