Razia Masker Gencar, Kasus Positif Covid-19 Justru Meningkat

Operasi penegakan Perda No. 7 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Penyakit Menular yang menyasar masyarakat yang tidak menggunakan masker di tempat-tempat umum. (Suara NTB/satpolppntb)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB dan Pemda Kabupaten/Kota dibantu TNI/Polri gencar melakukan razia bagi masyarakat yang tidak memakai masker untuk menegakkan protokol kesehatan Covid-19 selama 12 hari terakhir. Satpol PP NTB mencatat jumlah pelanggar protokol kesehatan di NTB sebanyak 3.689 orang.

Di sisi yang lain, gencarnya operasi penegakan protokol kesehatan Covid-19 dengan menerapkan sanksi sosial dan sanksi administratif atau denda belum berdampak terhadap adanya penurunan kasus positif Covid-19. Jumlah kasus baru setiap hari terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTB, jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 hingga Kamis, 24 September 2020 mencapai 3.215 orang.

Iklan

Apa yang kami lakukan mencegah terjadinya penularan. Kalau pelanggaran masih ada, maka peluang terjadinya kasus masih ada. Kasus akan tetap muncul kalau identifikasi pelanggaran ini tetap ada. Pencegahannya di sini, melalui penegakan Perda, kata Kepala Satpol PP NTB, Drs. Tri Budiprayitno, M. Si dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Jumat, 25 September 2020.

Tri mengatakan, jika sudah tak ada pelanggar di lapangan yang terjaring razia, maka indikasinya masyarakat sudah disiplin menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Artinya, sudah ada pemutusan mata rantai penularan Covid-19.

Namun, jika melihat jumlah pelanggaran yang sudah mencapai 3.689 orang. Artinya, masih perlu kerja keras lagi untuk menyadarkan masyarakat pentingnya mematuhi protokol kesehatan Covid-19, salah satunya tetap menggunakan masker di tempat umum.

Kalau melihat angkanya seperti ini, rupanya masih perlu kerja keras untuk penyadaran. Dan sudah ada direktif pimpinan kepada OPD, yaitu DPMPD untuk memastikan entitas pemerintahan terbawah, yaitu desa dan kelurahan melakukan hal-hal yang sama, katanya.

Satpol PP NTB mencatat, dari 3.689 pelanggar protokol kesehatan. Sebanyak 996 orang kena sanksi denda, dengan rincian masyarakat umum 936 orang, PNS 58 orang dan pelajar atau mahasiswa 2 orang. Sedangkan pelangar yang kena sanksi sosial sebanyak 2.693 orang. Dengan rincian, masyarakat umum 2.573 orang, PNS 37 orang, pelajar/mahasiswa 10 orang dan surat peringatan pertama 73 orang.

Sementara itu, berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTB, jumlah kasus positif Covid-19 sudah mencapai 3.215 orang. Dengan rincian, Kota Mataram 1.198 orang, Lombok Barat 651 orang, Lombok Tengah 230 orang, Lombok Utara 106 orang, Lombok Timur 413 orang, Sumbawa Barat 37 orang, Sumbawa 205 orang, Dompu 142 orang, Bima 57 orang, Kota Bima 106 orang, WNA 5 orang dan luar provinsi 65 orang. (nas)