Razia Bocor, Aktivitas Kafe Tuak di Mambalan dan Mekar Sari Kambuh

Razia gabungan yang dilakukan tim Kecamatan Gunungsari terhadap kafe tuak diduga bocor.(Suara NTB/ist)

Giri menang (Suara NTB) – Aktivitas 20 titik (tempat) Kafe Tuak di wilayah Lilir, Desa Mambalan dan Mekar Sari kecamatan Gunungsari kembali marak. Setelah sebelumnya berhasil ditutup oleh Bupati Lobar, H. Fauzan Khalid bersama jajaran Forkompimda, namun aktivitas illegal ini kembali kambuh sejak empat-lima bulan terakhir. Sehingga aktivitas ini sangat dikeluhkan warga.

Masyarakat yang mengeluh dengan keberadaan Kafe tuak ini pun langsung mengadu ke kecamatan, Polsek bahkan langsung ke Polres. Menindaklanjuti laporan itu, Camat Gunungsari M. Mudassir bersama tim gabungan TNI polri melakukan razia ke lokasi. “Tadi malam (Sabtu, red) kami razia gabungan ke daerah Lilir, Desa Mambalan dan Mekar Sari. Tapi begitu kami datang sudah sepi lokasi, razia kami bocor,” aku dia Minggu, 24 Januari 2021.

Iklan

Kambuhnya aktivitas kafe tuak itu akibat diberi keringanan oleh aparat sehingga menjadi masalah. Ketika tim sebanyak 30 orang dari kecamatan, Polsek, Koramil  turun ke lokasi, diduga sudah dibocorkan oknum sehingga kafe sepi. Alhasil, razia itupun tidak mendapatkan hasil apa-apa. Razia ini dilakukan karena menindaklanjuti keluhkan warga. Terutama suara karaoke dan ada wanita malam di sana.

Razia yang dilakukan tim kecamatan ini tidak seperti tahun lalu. Dimana tim dikendalikan oleh Pemda dan hasilnya bagus. Akan tetapi sekarang kambuh. Pihaknya ingin agar diberikan sanksi tegas kepada ingin Pengelola Kafe nakal. “Sebaiknya dijatuhkan Sanksi hukum karena sangat meresahkan,” imbuh dia. Ia menyebut, Jumlah hiburan di sana hampir 20 lokasi. Kafe-kafe ini mulai kambuh lagi sejak 4-5 bulan lalu. “Itu dilaporkan warga ke kecamatan, Bahkan langsung ke Polres utk minta ditangani,” tegas dia. (her)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional