Rawat dan Jaga Kelestarian Rinjani

H. Zulkieflimansyah. (SuaraNTB/HumasNTB)

Gubernur  NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah melakukan soft launching jalur pendakian dan jalur sepeda wisataTetebatu sebagai tindak lanjut kegiatan sosialisasi kebijakan pemulihan ekosistem di tingkat tapak (Piagam Rinjani) serta mendukung pelaksanaan Festival Geopark Rinjani Tahun 2020. Kegiatan ini berlangsung di Ulem-ulem, Desa Tetebatu, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur, Minggu, 13 Desember 2020.

Dalam sambutannya, gubernur mengajak seluruh pihak agar bersama-sama merawat dan menjaga kelestarian Rinjani. Gubernur berpesan agar memperlakukan Rinjani layaknya makhluk hidup.

Iklan

‘’Ketika kita memaknai bahwa Rinjani adalah sesuatu yang hidup, akan ada kesadaran bahwa dia akan lahir, dia akan tumbuh, dia akan sakit, dan ketika dia sakit harus dirawat dan kalau tidak hati-hati dia akan mati,’’ pesannya.

Ia menyebut, keindahan alam NTB kerap dinodai oleh banyaknya sampah. Padahal tempat tersebut merupakan destinasi wisata. Kemudian kondisi toilet yang dinilai kurang mendapat perhatian serius dari masyarakat. Menyikapi ini, ia menyerukan kepada seluruh masyarakat agar bersama-sama menjaga kebersihan.

‘’Oleh karena itu, ini jadi tanggung jawab utama, bahwa toilet dan sampah adalah tanggung jawab serius yang harus kita benahi dan ini mudah-mudahan menjadi komitmen untuk menambah poin dalam Deklarasi Rinjani,’’ katanya.

Selain Mandalika, Lombok Tengah yang akan menjadi poros berbagai perhelatan akbar mendatang, daerah-daerah lainnya diharapkan dapat mendukung serta mempersiapkan diri menyambut lonjakan pengunjung ke NTB ke depan.

‘’Saya kira Lombok Timur punya banyak alternatif  yang memungkinkan orang menengok untuk datang ke tempat kita,’’ katanya.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Lombok Timur, Muhsin mewakili Bupati Lombok Timur menyampaikan bahwa Rinjani diyakini memiliki spiritual values, Maka sejalan dengan agenda dalam rangka Deklarasi Rinjani yang mengedepankan dan memperkuat  ‘’Tri Kaya Atmaja Nirah’’ yaitu tiga pusat kekayaan terbesar yaitu kawasan Rinjani menjadi sumber inspirasi, simbol persatuan dan kesatuan dan juga simbol keharmonisan.

Sementara, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Dedy Asriady menerangkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kerjasama dan sinergi TNGR, Pemprov, Pemkab Lombok Timur hingga Pokdarwis dan masyarakat Tetebatu.

‘’Kegiatan ini adalah wujud real kolaborasi antara Geopark Rinjani Lombok bersama Taman Nasional Gunung Rinjani dan yang terakhir dan paling keren adalah acara ini terjadi berkat kerjasama Pokdarwis dan masyarakat Desa Tetebatu,’’ ungkapnya.

Alasan Tetebatu dipilih sebagai lokasi berlangsungnya kegiatan, salah satunya Tetebatu merupakan Desa Wisata Tertua yang ada di Pulau Lombok. Untuk itu, ia berharap Tetebatu dapat terus eksis dan maju dalam mengembangkan pariwisatanya.

Begitu juga dengan Rinjani, ia berharap seluruh pihak kompak dalam merawat kekayaan alam yang satu ini. Menurutnya, Rinjani adalah episentrum seluruh sendi-sendi kehidupan.

‘’Rinjani dianggap oleh masyarakat Lombok adalah pusat air, pusat budaya masyarakat lingkar Lombok, sumber kekayaan biodiversity. Sehingga, saya meyakini bahwa menjaga Rinjani adalah menjaga peradaban Lombok,’’ pungkasnya. (r)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional