Rawan Politisasi, Pemdes Senaru Protes Distribusi Bantuan Daging

Kupon bantuan dari sebuah organisasi yang diprotes oleh Kades Senaru.(Suara NTB/ist)

Tanjung (Suara NTB) – Pemdes Senaru termasuk salah satu yang memprotes keras distribusi bantuan daging dan uang Rp 50 ribu dari sebuah organisasi, kepada warga Senaru. Pasalnya, bantuan tersebut dilakukan menjelang pemilihan kepala daerah sehingga dikhawatirkan berdampak secara politis.

“Saya 100 persen tidak respek dengan bantuan ini. Pertama didistribusikan menjelang pemilihan. Kedua, kami di pemerintah desa tidak dilibatkan,” ujar Kades Senaru, Raden Akria Buana, Jumat, 4 Desember 2020.

Ia menjelaskan, kupon bantuan daging dan uang tunai beredar pada Kamis. Ia baru mendapat laporan dari warga yang mempertanyakan bantuan tersebut.

Bantuan kali ini tidak seperti bantuan pemerintah pada umumnya. Dimana terdapat koordinasi berjenjang dari kabupaten ke kecamatan, kemudian ke desa. Namun kali ini, bantuan ini masuk seperti tanpa permisi.

Ia juga menangkap kesan bahwa pembagian kupon ini digerakkan dengan motif tertentu. Sebab pihak yang membagikan kupon ke masyarakat sudah bisa ditebak arah politiknya. “Idealnya kalau ada bantuan, ya transparanlah, seperti bansos JPS Gemilang, JPS Covid. Sekecil apapun koordinasi dulu dengan desa.”

“Sekarang ini kami tidak tau yang menerima berapa? Kalau ada protes dari warga yang tidak menerima, maka kami di Desa yang paling direpotkan,” cetusnya.

Akria pun meminta, agar Bawaslu mengambil sikap melarang peredaran bantuan tersebut. Sedapat mungkin, bantuan dibagikan setelah Pilkada.

“Terus terang saya terkejut. Di Tumpang Sari, kupon sudah banyak menyebar. Kita juga tidak tahu daging jenis apa, apakah sudah lolos karantina kesehatan atau bagaimana,” tandasnya.

Informasi yang dihimpun koran ini, kupon Yayasan Server Turki, sudah didistribusikan kepada warga di 5 kecamatan. Kecamatan Tanjung termasuk dalam data yang sudah membagikan jatah bantuan tersebut.

Camat Tanjung, Samsul Bahri, S.Km., mengakui sudah membagi bantuan daging pada 2-3 Desember lalu. Warga Tanjung yang menerima sejumlah 2.032 orang dari Data TKS sebanyak 7.000-an orang. Tiap penerima memperoleh 3-4 kg daging sapi, ditambah uang tunai Rp 50 ribu sebagai dana zakat untuk warga.

“Distribusi langsung kepada yang bersangkutan, kita hanya terima surat pemberitahuan dan diminta memfasilitasi tempat. Kita juga tidak tahu kriteria penerima, karena data langsung dari Yayasan,” ucap Samsul.

Sementara itu, Sekdis Dinas Sosial PPPA, Faturrahman, mengakui tidak mendapat laporan terkait bantuan tersebut. Pola distribusi bantuan kali ini diklaim berbeda dengan bantuan serupa pada tahun sebelumnya.

“Biasanya dulu daging domba, dibagi lewat program PKH, koordinasinya dengan dinas, kalau sekarang tidak. Total penerima mereka yang menentukan,” ujar Faturrahman. (ari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here