Rawan Longsor, Pengguna Jalan Diminta Hati-Hati di Nangatumpu

Jajaran Polsek Manggelewa bersama Dinas PU Kabupaten Dompu menyingkirkan batuan besar yang menutupi jalan di tanjakan Nanga Tumpu jalan lintas Sumbawa–Dompu, Sabtu, 5 Desember 2020.(Suara NTB/ist)

Dompu (Suara NTB) -Tanjakan Nanga Tumpu Manggelewa menjadi daerah yang rawan terjadinya tanah longsor di musim hujan. Setelah dua orang pengendara motor yang meninggal di tempat saat bebatuan longsor mengenai pengendara, kini longsoran batu dan tanah kembali terjadi di tanjakan Nanga Tumpu. Pengguna jalan pun diminta hati-hati saat melintasi tanjakan Nanga Tumpu, Desa Nangatumpu Manggelewa, Kabupaten Dompu tersebut.

Kapolsek Manggelewa, Iptu. Rodolfo D. Aroujo membenarkan kejadian tanah dan bebatuan yang longsor dari atas gunung di tanjakan Nanga Tumpu Desa Nangatumpu, Sabtu, 5 Desember 2020 kemarin. Tanah longsor tersebut diperkirakan terjadi pada Jumat, 4 Desember 2020 malam dan menutupi sebagian badan jalan, sehingga mengganggu arus lalu lintas di jalan lintas Sumbawa–Dompu ini.

Tanah dan bebatuan yang longsor dari atas gunung kemudian dibersihkan jajaran Polsek Manggelewa dan Dinas PUPR Kabupaten Dompu, karena ada sejumlah batuan besar yang tidak bisa disingkirkan secara manual, sehingga digunakan mobil derek dari Dinas PU. Upaya pembersihan tanah dan bebatuan yang berserakan di tengah jalan hingga bersih.

Tanah longsor yang bercampur bebatuan kembali terjadi pasca hujan turun pada Sabtu, 5 Desember 2020 sore. Itu diketahui saat jajaran Polsek Manggelewa melakukan patroli di sepanjang jalan Nanga Tumpu, sehingga upaya pembersihan kembali dilakukan.

“Selama musim hujan ini, potensi terjadinya tanah longsor sangat tinggi. Saya himbau kepada warga, khususnya yang melintas di sepanjang jalan Nanga Tumpu agar waspada dan berhati-hati. Karena potensi tanah dan bebatuan longsor masih sangat tinggi dan beresiko,” imbau Rudolfo.

Paur Kasubag Humas Polres Dompu, Aiptu Hujaifah mengatakan, selain di jalan lintas Nanga Tumpu Manggelewa, banjir rob juga rawan terjadi di sepanjang jalan lintas Calabai–Manggelewa. Khususnya pada wilayah Moti Toi, dan Kesi Desa Tolokalo, Desa Songgajah, dan Taa Kempo. Banjir rob ini melintasi jalan raya ketika hujan deras, sehingga rawan mencelakai pengguna jalan. “Warga juga kita himbau untuk tidak mandi di pinggir sungai ketika cuaca mendung, karena rawan banjir,” imbau Hujaifah. (ula)