Rawan Banjir Bandang, Minim Pasokan Air Baku

Lalu Bayu Windia, H. Ahmadi, Artanto. (Suara NTB/ars)

UPAYA menata Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika agar siap menggelar MotoGP pada 2021 mendatang terus dikebut pemerintah. Berbagai infrastruktur pendukung terus diperbaiki. Termasuk di area Bandara Internasional ZAM. Di antara fasilitas yang ditingkatkan tersebut, meliputi landasan pacu (runway) pesawat, appron  dan juga gedung terminal pengunjung.

Peningkatan infrastruktur tersebut direncanakan harus sudah rampung sebelum event  balap motor paling favorit di dunia itu digelar di sirkuit yang dibangun di KEK Mandalika. Tidak saja masalah infrastuktur yang hingga kini terus dikebut. Ketersediaan air baku di kawasan Mandalika juga jadi problem. Di kawasan ini, ketersediaan air baku sangat kurang lantaran secara geografis kawasan Mandalika berada di ujung selatan Pulau Lombok.

Iklan

Sekdis PUPR NTB, Ir. H. Ahmadi, SP-1 menyebut, tidak mudah menyulap wajah kawasan Mandalika dengan luas 10 ribu hektar dalam jangka waktu sangat pendek kurang dari lima tahun. Secara umum, pengerjaan infrastuktur kawasan harus tuntas pada tahun 2021 atau sebelum berlangsungnya even MotoGP.

‘’Kalau kita lihat runtutan waktu sekarang hingga 2021, ini hampir kita tinggal satu setengah tahun lagi pengerjaannya. Dimana nilai investasi disitu sangat luar biasa besarnya hampir mendekati 20 triliun,’’ ujarnya.

Dikatakan Ahmadi, yang agak lambat proses pengerjaannya hingga kini ialah penyiapan air baku di kawasan mandalika, mengingat air baku di kawasan itu sangat terbatas sekali. ‘’Di mana KEK Mandalika berada paling ujung dari pada Pulau Lombok dengan sumber air juga paling ujung,’’ ujarnya.

Kondisi itu pun berdampak pada minimnya ketersediaan air baku yang belum banyak di sana. Sehingga hotel-hotel di sana saat ini lebih banyak memakai air tanah. Penggunaan air tanah dalam posisi agak lama tentu sangat rentan di kemudian hari.

Mengatasi kekurangan air baku di sekitar kawasan, PUPR kata Ahmadi, kini berupaya melalui Dirjen Sumber Daya Air akan membangun sumber perpipaan menuju Bendungan Pengga, yang terletak di Desa Plambik, Kecamatan Praya Barat Daya. Proses pembangunan itu akan dilaksanakan pada 2021.

‘’Tentunya ini harus sudah tuntas sampai bulan April. Untuk itu kita dukung agar pelelangan dari pada air baku ini juga pada tahun 2020 sehingga pada Januari 2021 sudah bisa dilaksanakan oleh kontraktor,’’ jelasnya.

Di samping upaya tersebut, langkah lain juga akan dilakukan. Yaitu dengan menambah kapasitas air baku melalui pembangunan SPAM Regional Lombok, meski saat ini masih belum juga bisa dilakukan pada 2020. Kemungkinan, pengerjaan baru bisa dilaksanakan pada 2021.

“Baru bisa kita laksanakan dan itu sudah berakhir masa pelaksanaan dari pada MotoGP. Tapi itu untuk ke depanlah agar siap menghadapi pengembangan kawasan KEK Mandalika,” sambungnya.

Selain itu yang tidak kalah penting menurut PUPR ialah penyiapan drainase di kawasan Mandalika. Menurutnya, topografi kawasan Mandalika yang berupa pegunungan, perbukitan sangat rawan sekali terjadi bencana banjir bandang. Ini kita juga pikirkan drainase pengendali banjir bandang. Di mana BWS juga sudah bagian Barat juga sudah melakukan, dan ke depannya juga bagian Timur juga harus dilakukan pengalihan untuk mengantisipasi bencana banjir.

‘’Termasuk juga bagaimana kita membuat bendungan atau embung-embung skala besar yang ada di kawasan ujung karena topografinya juga adalah bukit. Ini untuk memperbanyak potensi air baku dan untuk pengendalian banjir,’’ ujarnya.

Dari Bus Sampai Parkir

Sementara itu, Kadishub NTB, Drs. Lalu Bayu Windia, M.Si mengungkapkan, menyongsong perhelatan akbar MotoGP pihaknya sudah menyiapkan sejumlah skenario pengelolaan transportasi selama hajatan itu. Sejak enam bulan yang lalu, pihaknya sudah menyiapkan skenarionya.

‘’Begitu impian MotoGP itu bergulir kita buat skenario transportasi. Intinya ialah bahwa kita akan mengidentifikasi pusat atau spot-spot pembangkit penumpang. Pastilah dari udara, Pelabuhan Lembar melalui ASDP dan Pelabuhan Gili Mas, Bangsal, Senggigi, Kayangan Poto Tano,’’ ungkapnya.

Setelah mengidentifikasi pusat-pusat kedatangan penumpang, pihaknya lalu berkesimpulan harus adanya shuttle bus. Ia menyebut pemerintah pusat sangat merespons segala kebutuhan demi suksesnya MotoGP. Termasuk jika pemerintah daerah nantinya meminta shuttle bus.

‘’Masalahnya sekarang berapa shuttle bus yang kita butuhkan sekarang, itu kita hitung cermat pertimbangan kami yang utama ialah bagaimana trasnportasi lokal tidak mati gara-gara shuttle bus. Pemerintah pusat mau berapa saja shuttle bus yang kita minta demi suksesnya  MotoGP bisa kita dapat. Cuma jangan dulu, kalau gratis, dilempar kita. Sehingga kita ukur dari udara harus ada angkutan darat, dari laut harus ada angkutan darat. Tapi jumlahnya berapa durasinya berapa. Sementara ini kita antara 15-20 menit, kalau terus menerus terangkut semua dan itu akan gratis pasti kita didemo dan pasti itu,’’ tambahnya.

Berkaca pada pengalaman pelaksanaan MTQN beberapa tahun lalu, saat itu ada 30 shuttle bus yang dioperasikan. Syukurnya tidak ada masalah pada akses transportasi yang mengcover lebih dari 1500 peserta MTQN. Namun demikian, MTQN jelas beda dengan event MotoGP.

Diperkirakan ada 150 ribu atau 10 kali lipat lebih banyak dari peserta MTQN. NTB belum punya pengalaman menghandel tamu dengan jumlah sebanyak itu. Sehingga jumlah shuttle bus yang dibutuhkan juga belum bisa diprediksi.

‘’Kalau prediksi jumlah penonton MotoGP sebanyak 150 ribu orang, jujur saja NTB hanya punya pengalaman mengelola tamu itu yang paling banyak waktu itu pada saat MTQ dengan tamu paling banyak 15 ribu. Walaupun zero accident. Tapi kita 150 ribu atau 10 kali lipat,’’ sebutnya.

Selain itu kata Bayu, yang kini tengah dipikirkan pihaknya juga ialah terkait masalah parkir, baik tempat parkir di spot-spot tadi maupun di bibir sirkuit. Itu juga sudah ada skenarionya, sudah ada tiga tempat parkir kemudian di antara di dalam sirkuit itu juga akan ada suttle sendiri.

‘’MotoGP ini dia menengah ke bawah. Kita akan imbau melalui medsos agar para penonton MotoGP dari Jawa Timur yang menggunakan kapal laut menuju Surabaya Lembar untuk tidak membawa kendaraan pribadi. Konsekuensinya ialah kita harus siapkan free. Tapi tidak bisa kita paksa, kalau ngotot ingin bawa motor di Lembar juga kita siapkan tempat parkir. Untuk menuju shuttle bus kita siapkan.Kita akan menggandeng transport online baik yang bergabung di Gojek dan Grab yang mengangkut penonton MotoGP harus memiliki standar keamanan dan keselamatan dibuktikan dengan lulus KIR baru mereka bisa ikut mengantar penumpang dan ditandai dengan stiker. Yang tidak punya stiker tidak boleh angkut orang, nanti remnya blong,’’ terang Bayu.

Matangkan Personel

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Artanto, S.IK, MH, menyebut Polda sudah menyiapkan operasi pengamanan MotoGP Gatarin 2021. Pihaknya kini terus mematangkan persiapan personel, peralatan, alat utama dan sebagainya. Salah satu yang menjadi fokus kita saat ini juga ialah meminta kepada Mabes menyiapkan peralatan yang bianya cukup besar mencapai miliaran rupiah.

“Kita harus siapkan CCTV dengan segala kecanggihannya, yang bisa merekam muka. Karena ini ratusan ribu dengan pembawaan masing-masing, alat deteksi, alat komunikasi, HT,” sambungnya.

Dia menjelaskan jika Mabes Polri memberikan atensi luar biasa terkait dengan masalah pengamanan perhelatan internasional ini. Selain itu Mabes Polri juga sudah menginstruksikan ke aparat kepolisian daerah agar turut mensukseskan pelaksanaan MotoGP baik dari segi keamanan, membantu yang lain dan sebagainya. Pihaknya meminta agar semua yang berkaitan dengan kesiapan MotoGP agar melibatkan aparat kepolisian.

‘’Prinsipnya semua ialah jaminan keamanan itu yang utama dan kepolisian jadi ujung tombak dan tentunya tidak bisa bekerja sendiri. Kita harus bergerak bersama-sama. Kuncinya kalau kita bergerak ujung-ujungnya keranjang sampahnya pasti masuk polisi,’’ ujarnya.

Banyak aspek turunan keamanan yang kini tengah dipikirkan Polda. Misalnya terkait dengan transportasi. Adanya jumlah penonton mencapai ratusan ribu orang akan memaksa penyedia layanan transportasi menyediakan mobil sewaan. Namun aparat kepolisian mewaspadai ancaman mobil bodong. Di tambah lagi dengan persoalan penginapan yang belum bisa bebas dari ancaman maling.

‘’Orang akan mendatangkan mobil-mobil bodong mempersiapkan jadi rent car, kemudian masalah penginapan dan kita memanfaatkan home stay-home stay. Iya kalau home stay itu memenuhi standar kamar mandi dalam. Kita sebagian besar kan kamar mandi di luar. Orang yang nonton MotoGP ada barangnya yang ambil, ada pencuri,’’ tuturnya seraya menyebut bahwa banyak aspek jaminan keamanan yang harus kita persiapkan.

‘’Namun kita harus optimis 2021 adalah gongnya. Pasti ada juga event sebelum MotoGP yang perlu dilakukan pengamanan. Pengamanan di tingkat internasional. Ini baru pertama kali pengamanan tingkat internasional dilakukan di Lombok,’’ imbuhnya.

Oleh karena itu, Polda berkeinginan untuk melakukan studi banding melihat model pengamanan di luar negeri. Yang terdekat di Sepang Malaysia atau Thailand. Semua instansi perlu bergerak ke sana dengan membawa daftar masing-masing, apa yang perlu disiapkan.

‘’Ya bagaimana kontrol keamanan, bagaimana koordinasi, bagaimana kalau ada kejadian, bagaimana pelayanan terhadap orang asing,’’sebutnya.

Selain itu untuk mengantisipasi gangguan keamanan lainya, Polda juga sudah mempersiapkan anjing pelacak narkoba, anjing pelacak bom, dan anjing pelacak kejahatan umum.

‘’Itu sedang kita siapkan. Saat ini kita baru punya sembilan dengan berbagai kualifikasi tugas. Enggak mungkin sembilan itu semua terjun, nanti capek anjing itu. Ada shift juga. Satu anjing sangat mahal bisa 400-500 juta. Kita kirim dari Belanda. Di Indonesia belum ada. Itu salah satu peralatan konvensional yang mahal tapi harus kita siapkan. Imajinasi orang sudah luar biasa. Makanya kita harus maksimal, setiap hari kita evaluasi,” ujarnya. (dys)