Ratusan Warga Lobar Suspek Penyakit TBC

Giri Menang (Suara NTB) – Jumlah warga Lombok Barat (Lobar) yang suspek penderita penyakit TBC (penyakit menular) cukup  tinggi. Dari target 1.191 kasus yang harus ditemukan, baru ditemukan 920 orang suspek mengidap TBC. Temuan tertinggi ada di wilayah Narmada.

Jumlah suspek penderita TBC inipun diperkirakan lebih tinggi lagi, sebab baru mencakup 42 persen yang ditemukan. Sedangkan sisanya 58 persen belum ditemukan. Hal ini diakui Kepala Dinas Kesehatan Lobar, H. Rahman Sahnan Putra, Kamis, 3 Mei 2018. “Penemuan Suspek Penderita TBC dari target yang harus ditemukan  1.191 kasus, namun yang baru ditemukan 920 kasus atau baru 42 persen terduga mengidap TBC,” kata Rahman.

Iklan

Dikatakan, 58 persen yang belum ditemukan ini sangat mengkhawatirkan sebab penularan TBC bisa melalui udara, sehingga kalau ada satu saja positif, TBC akan terkena. Pengawalan juga dilakukan saat pemberangkatan haji, ketika ada satu orang Suspek TBC lolos pemeriksaan, lalu saat diperiksa ketika berangkat positif, maka imbasnya jemaah yang ada di pesawat harus dikarantina. Jemaah ini boleh berangkat sampai keluar status negatif. “Sekarang kan lebih ketat, pemeriksaan kesehatan dulu baru boleh pelunasan haji,”ujarnya.

Menurutnya penyakit TB ini berbahaya karena itu harus ditangani bersama. Beberapa yang dilakukan untuk mendeteksi dan menemikan penderita TBC, pihaknya sudah melakukan inovasi gebrak TB atau gerakan berantas dan obati sampai tuntas. Penanganan penderita ini gratis tidak perlu keluarkan uang baik warga yang punya BPJS atau tidak. Semua digratiskan.

Ia mengimbau agar hal ini perlu disampaikan ke masyarakat, sebab  satu orang penderita saja tidak terdeteksi  maka sangat cepat untuk menularkan ke keluarga dan lingkungan radius 100 meter. Pihaknya juga melakukan penanganan dengan menempel stiker tentang TB dan diberikan penyuluhan. Menyoal TBC, ia justru khawatir juga bahwa ada temuan di Lobar kasus luar baias yakni penderita resisten. “Kami coba lakukan penanganan dengan melakukan konseling menyeluruh di keluarga. Di Puskesmas akan disiapkan ruangan khusus untuk penanganan TB,” imbuhnya. Di samping itu, petugas medis juga diberikan alat pelindung diri. “Penanganan akan terus ditingkatkan, sebab TBC ini sama halnya dengan AIDS, fenomena gunung es,’’ imbuhnya. (her)