Ratusan Rumah Warga di Telaga Lupi Sekotong Terancam Abrasi

Giri Menang (Suara NTB) – Ratusan rumah warga yang bermukim di Telaga Lupi Dusun Medang Desa Sekotong Barat Kecamatan Sekotong terancam abrasi pantai, pasalnya abrasi telah mengikis bibir pantai hingga 5 meter. Warga saat ini mngaku was-was air laut pasang lalu menghanyutkan pemukiman mereka, warga meminta agar pemerintah segera menyikapi persoalan ini.

Menurut Kapolsek Sekotong AKP. Nurdinm jika pihaknya melalui Bhabinkamtibmaspol Desa Sekotong Barat sudah turun ke Telaga Lupi di mana terjadi abrasi. “Memang terjadi abrasi sepanjang 5 meter dan warga tetap was-was,” terang Nurdin.

Iklan

Sesuai hasil pantauan di lapangan, sejauh ini tidak ada warga yang sampai evakuasi seperti isu yang beredar, namun pihaknya menemukan sempadan pantai mengalami abrasi yang sangat parah. Menurut warga sejak reklamasi pantai di Lembar abrasi pantai mulai terjadi begitu cepat, dampak dari penimbunan di lokasi itu menyebabkan kawasan pantai di Telaga Lupi tergerus air laut.

Jika ini dibiarkan maka lambat laut wilayah pesisir ini akan terkikis habis oleh air laut. Bahkan wilayah Telaga Lupi yang didiami warga akan habis tergerus. “Harapan masyarakat agar ini ditangani,” imbuhnya.

Pihak Pelindo dan pihak Airud Lembar datang ke warga setempat untuk memberikan sosialisasi ke masyarakat agar tidak melakukan penangkapan ikan menggunakan jaring di wilayah penangkaran kapal. Dalam pertemuan itu warga juga meminta agar pemerintah memperhatikan kondisi abrasi pantai di daerah itu, sebab menurut warga sudah terkikis.

Sejauh ini kondisi di daerah itu masih normal saja seperti biasa, hanya saja warga tetap merasa khawatir terjadi abrasi akan semakin parah hingga menggerus pemukima warga. “Sebab saat ini saja sudah hampir 3 meter jaraknya dari pemukiman warga, makanya bahaya,” ujarnya.

Sementara Plt Kades sekotong Barat, Andi Purnawan, mengaku, sudah mengecek ke lokasi dan tidak ada evakuasi warga. Hanya saja diakui ada terjadi abrasi, namun tidak terlalu parah. “Abrasinya tidak terlalu parah,” akunya.

Meski demikian pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan langkah antisipasi dan penanganan agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan. (her)