Ratusan Ribu Warga Lobar Hidup di Bawah Garis Kemiskinan

Giri Menang (Suara NTB) – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lombok Barat (Lobar), Dr. H. Baehaqi menyatakan jumlah warga Lobar yang ada di garis kemiskinan lumayan tinggi. Warga yang hidup di garis kemiskinan ini penghasilan Rp 375.600 per kapita per orang per bulan, mereka rentan jatuh miskin apabila penghasilan mereka kurang dari itu. Demikian pula penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan atau miskin termasuk tinggi.

Berdasarkan data terdapat 110 ribu jiwa lebih penduduk Lobar hidup di bawah garis kemiskinan, karena penghasilannya di bawah Rp 375 ribu lebih. “16,73 persen atau 110 ribu jiwa lebih itulah warga yang hidup di bawah garis kemiskinan,” jelasnya di kantornya, Senin, 14 Agustus 2017.

Iklan

Dijelaskan, warga disebut miskin apabila warga berpanghasilan di bawah Rp 375 ribu lebih sebulan. Artinya warga Lobar untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari harus punya uang Rp 375 ribu lebih.

Diandingkan daerah lain jauh lebih rendah, seperti Dompu garis kemiskinannya hanya Rp 270 ribu per orang per bulan. Artinya warga Lobar memiliki kebutuhan tinggi, karena warga memiliki kebutuhan lain atau konsumsi di luar kebutuhan dasar sangat tinggi.

Secara statistik, warga miskin di Lobar disebabkan bukan faktor makanan, namun lebih disebabkan non makanan. Warga Lobar meski miskin, namun secara statistik mereka bekerja. Hanya saja persoalannya pendapatannya masih di bawah UMK, sehingga pendapatan dalam satu bulan di bawah poverty line (di bawah garis kemiskinan).

“Jadi warga miskin di Lobar yang bekerja masih banyak yang miskin, kenapa karena upahnya rendah,”jelasnya.

Untuk mengantisipasi warga yang ada di garis kemiskinan jatuh miskin dan menaikkan warga dari miskin supaya ada di garis kemiskinan, maka dilakukan berbagai upaya, kebijakan pemda meningkatkan pemberdayaan dengan mendorong pengelolaan pascapanen supaya added value meningkat, NTP meningkat, biaya produksi menurun dan pendapatan naik, sehingga garis kemiskinan naik ke permukaan artinya warga bebas dari kemiskinan. (her)