Ratusan PNS KII 256 Belum Terima Kekurangan Gaji dan Kinerja

Muhammad, M. Amin. (Suara NTB/Jun)

Dompu (Suara NTB) – Ratusan Pegawai Negeri Sipil (PNS) KII dari kelompok 256 orang, belum menerima kekurangan gaji dan kinerja selama lima bulan, khususnya tenaga pendidik di bawah naungan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora). Kondisi tersebut diduga akibat minimnya alokasi anggaran.

Kadispora Dompu, M. Amin, S.Sos, dikonfirmasi wartawan, Selasa, 17 November 2020 mengakui adanya keluhan para guru terkait kekurangan gaji dan kinerja yang belum terbayar.

Persoalan ini bukan sebuah unsur kesengajaan, tetapi memang DPKAD belum mau melayani permintaan pihaknya karena takut anggaran daerah tidak cukup untuk penanggulangan Covid-19 dan ancaman bencana alam lain. “Dari kemarin DPKAD belum mau melayani permintaan kita karena memang jumlah guru itu banyak,” terangnya.

Dari total 256 orang PNS, ada sekitar 100 lebih guru yang belum diberikan haknya selama lima bulan. Akumulasinya paling rendah Rp2 juta perorang.

Keluhan para guru terkait persoalan ini, tegas M. Amin, sudah disikapinya setelah berkoordinasi dengan DPKAD, di mana anggaran gaji dan kinerja mereka masih tersedia untuk dilakukan pencairan. “Karena sampai akhir tahun ini masih tercukupi anggaran, sehingga bisa kita ajukan. Mulai hari ini langsung kita kerjakan,” jelasnya.

Dikatakan, kekurangan gaji dan kinerja yang menjadi beban daerah akan segara terbayar, khususnya bagi ratusan guru KII dari kelompok 256. Terpisah Kepala DPKAD Dompu, Muhammad, ST., dikonfirmasi wartawan membatah jikalau telah menahan pencairan anggaran untuk gaji pegawai.

DPKAD mengalokasikan anggaran penanggulangan Covid-19 dari belanja modal serta barang dan jasa, sementara untuk belanja pegawai tidak ada yang dialihkan sedikitpun. “Jadi ndak pernah kita mengganggu belanja pegawai untuk Covid-19, waktu kebijakan rasionalisasi yang dikurangi berdasarkan perintah hanya belanja modal dan barang jasa, bukan belanja pegawai,” tandasnya. (jun)